Sejumlah Siswa Bondowoso Terancam Gagal Ikuti Olimpiade Sains Nasional, DPRD Akan Panggil Kadisdik
Haorrahman June 30, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sejumlah siswa SD dan SMP di Bondowoso, Jawa Timur, terancam gagal mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi. Komisi IV DPRD Bondowoso berencana memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso untuk meminta klarifikasi.

Sejumlah wali murid mendapati nama anak mereka tidak tercantum sebagai peserta OSN Provinsi, meski telah mengikuti seleksi di tingkat kabupaten.

Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso, A Mansur, mengatakan telah menerima informasi mengenai persoalan tersebut dan akan segera meminta penjelasan langsung dari Dinas Pendidikan guna mengetahui penyebabnya.

"Kami pasti akan tindak lanjuti, apa yang menjadi masukan dari teman-teman," kata legislator PKB itu saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: Seorang Warga jadi Korban Balap Liar di Bondowoso, Ditabrak Saat Beli Nasi untuk Istri

Menurut Mansur, DPRD belum dapat menyampaikan kesimpulan karena masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan.

"Kami berharap Dinas Pendidikan bisa mengupayakan agar kekecewaan warga itu, nanti bisa diatasi," ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD juga akan membahas berbagai kemungkinan solusi agar para siswa tetap memiliki kesempatan mengikuti OSN sesuai jadwal, termasuk mengupayakan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

"Kami belum bisa memberikan solusi, karena belum ketemu Dinas Pendidikan. Nanti kalau sudah, pasti akan kami kabari langkah-langkah yang akan dilakukan," terangnya.

Baca juga: Siswa OSN Bondowoso Tidak Terdata di Pusat, Sejumlah Wali Murid Datangi Disdik

Kesalahan Administrasi

Dokumen yang seharusnya diunggah dalam format JPG diduga dikirim dalam format PDF sehingga ditolak oleh sistem. Hingga batas akhir pengiriman berkas berakhir, dokumen tersebut disebut belum diperbaiki. Dugaan ini masih menunggu kepastian dari pihak terkait.

Akibat persoalan administrasi tersebut, hasil seleksi OSN di lokasi SMPN 2 Tenggarang juga terancam tidak dapat dilanjutkan karena tidak ada nama peserta yang muncul dalam daftar OSN Provinsi. Padahal, batas akhir pengumpulan dokumen berlangsung pada 22 Juni 2026.

Baca juga: Kreatif, Barista di Bondowoso Ciptakan Minuman E-Kotang, Hasil Perpaduan Kopi dan Tape

Datangi Kantor Disdik

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab tidak masuknya data para siswa ke dalam sistem.

Disdik Bondowoso, kata Taufan, telah mengirim surat kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) disertai tangkapan layar dan dokumentasi pelaksanaan OSN tingkat kabupaten sebagai bahan klarifikasi.

"(Kami) menanyakan ke Pusat Prestasi Nasional, kenapa? Padahal dari segala proses berjalan lancar," jelasnya.

"Kami juga belum tahu pasti, apa karena itu," ujarnya.

Ia meminta para wali murid bersabar hingga ada balasan resmi dari Puspresnas.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Disdik Bondowoso tidak hanya mengirim surat, tetapi juga mengutus perwakilan untuk berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Kami sedang mengurusi ini, kami bertanggung jawab. Kami terus menanyakan hal ini ke Pusat Prestasi Nasional," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.