Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Produk minyak goreng Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) tidak terlihat dijual di Pasar Jungke, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sejumlah pedagang mengaku memiliki alasan berbeda, mulai dari persyaratan administrasi pembelian hingga pertimbangan kualitas produk.
Kondisi ini mencuat setelah sebelumnya minyak goreng Minyakita produksi PT KMR dilaporkan berbau minyak tanah dan solar pada bantuan pangan Bulog yang beredar di sejumlah wilayah Soloraya.
Berdasarkan pantauan di Pasar Jungke, tersedia beragam merek minyak goreng, baik dalam kemasan sederhana maupun botol dengan ukuran mulai 500 mililiter hingga 2 liter.
Beberapa merek yang dijual di antaranya Sunco, Sania, Rizki, Vinoli, Hemart, dan Fitri.
Selain itu, terdapat pula Minyakita dari produsen lain yang berasal dari Jakarta.
Namun, minyak goreng produksi PT KMR, baik Minyakita kemasan kuning maupun merek Kusuma, tidak ditemukan di lapak pedagang.
Salah seorang pedagang Pasar Jungke, Yanti, mengatakan dirinya tidak membeli maupun menjual Minyakita produksi PT KMR karena adanya persyaratan administrasi.
"Minyak goreng itu (Minyakkita) tak bisa dibeli langsung ke produsennya langsung, ada perihal administrasi yang saya tidak beli dan jual produk itu sembarang," kata Yanti kepada TribunSolo.com, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, pedagang yang ingin membeli langsung dari produsen harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Yanti menjelaskan, pedagang sebenarnya tetap bisa memperoleh produk tersebut melalui pihak lain.
Namun, harganya menjadi lebih mahal karena sudah berpindah tangan.
"Jual migor itu harus pakai NPWP, dan akan mendapatkan migor itu dengan harga murah," ungkap dia.
Selain Minyakita, Yanti mengaku tidak menyediakan minyak goreng merek Kusuma yang diproduksi perusahaan yang sama.
Ia mengatakan keputusan itu diambil karena tidak ingin mengambil risiko setelah mendengar masukan dari pelanggan mengenai kualitas produk.
"Saya tidak nyetok migor itu (Kusuma) karena kata pelanggan saya kalau pakai itu cepat merah buat goreng," kata dia.
Baca juga: Produsen di Karanganyar Tarik Total MinyaKita Bau Minyak Tanah, Dijual Jadi Bahan Baku Bio Solar
Pedagang lain di Pasar Jungke, Sunarmi, juga mengaku tidak menjual minyak goreng produksi PT KMR.
Menurutnya, salah satu alasan adalah adanya ketentuan dari pihak penjual atau sales yang mengharuskan pembelian produk lain apabila ingin mendapatkan minyak goreng produksi PT KMR.
"Gak semua dikasih bakulnya, Produk dari PT KMR tidak kami pakai, karena sales-nya bilang kalau mau beli minyak goreng produksi PT KMR harus beli produk lain dari sales tawarkan," kata dia.
(*)