Terjebak Macet Sitinjau Lauik 3 Jam Putra Sopir Travel Rugi, Gagal Antar Penumpang Dua Kali
Rahmadi June 30, 2026 02:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kemacetan parah di jalur Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang membuat sopir travel terjebak macet hingga kehilangan jam operasional kerja mereka.

Kendaraan mengular panjang sejak Senin (29/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026) siang akibat rentetan truk rusak dan kecelakaan lalu lintas yang memakan badan jalan.

Dampak dari kendaraan mengular panjang di jalur Sitinjau Lauik, sopir travel mengaku tidak bisa mengantar sewa lebih dari satu kali.

Kendaraan terus mengular hingga Selasa (30/6/2026), pengendera mengeluh akibat terjebak berjam-jam di Sitinjau Lauik.

Hingga siang ini, arus lalu lintas belum terurai. Truk hingga minibus rusak memakan badan jalan di berbagai titik Sitinjau Lauik.

Baca juga: PT Semen Padang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batu Gadang

Sopir Travel, Putra (29) mengaku waktunya banyak terbuang akibat kemacetan yang terjadi di jalur Sitinjau Lauik.

Saat ini ia sudah terjebak selama tiga jam. Ia datang dari arah Padang dengan tujuan Kabupaten Dharmasraya dan membawa empang penumpang.

"Sudah tidak jam di sini, kalau keluhan saya banyak waktu yang terbuang di jalan," ucapnya saat ditemui di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sitinjau Lauik.

Kejadian yang sama juga ia rasakan pada Senin (29/6/2026) kemarin. Putra menyebut terjebak selama lima jam di Sitinjau Lauik.

Bahkan, perjalanan dari Dharmasraya menuju Padang yang biasa dihabiskan lima sampai enam jam, namun pada Senin kemarin mencapai 13 jam.

Baca juga: Bank Nagari Borong Tiga Penghargaan Infobank-MRI Banking Service 2026

"Kemarin 13 jam saya di perjalanan, normalnya lima sampai enam jam, penyebabnya karena macet juga. Tapi, mulai terkena macet dari Lubuk Selasih dari Dharmasraya, lalu di Sitinjau Lauik," pungkasnya.

Sedangkan untuk saat ini, ia masih belum tahu bisa keluar dari jalur Sitinjau Lauik pada pukul berapa.

Namun perkiraannya, bisa mencapai dua hingga tiga jam dengan melihat situasi arus lalu lintas akibat banyaknya truk rusak.

"Perkiraan saya bisa dua hingga tiga jam lagi lah, baru lepas, tapi kemungkinan baru bisa sampai Lubuk Selasih. Sementara, tujuan saya ke Dharmasraya," tuturnya.

Dengan kondisi ini juga, Putra mengaku kehilangan jam operasional kerja. Pada hari biasa, bisa membawa penumpang pulang-pergi sebanyak dua kali.

Akan tetapi untuk hari ini, ia mengatakan tidak bisa menerapkannya akibat waktu yang dihabiskan terlalu banyak di Sitinjau Lauik.

Baca juga: Sitinjau Lauik Menuju Padang Mulai Lancar, Panorama I Normal saat Panorama II Masih Padat

"Tidak bisa lagi dua kali pulang-pergi antar penumpang, cuma bisa sekali. Karena macetnya parah, truk rusak, kalau bawa penumpang lagi ke Padang setelah sampai di Dharmasraya, akan terjebak lagi," tambahnya.

Sementara, Pantauan TribunPadang.com dari arah Padang menuju Solok sejak pukul 11.16 WIB, kendaraan mulai mengular menjelang Panorama 1.

Penyebab kemacetan ini berasal dari arus buka tutup akibat truk berwarna merah rusak. Arahnya tampak dari Solok menuju Padang.

Lalu di atas Panorama 1, menjelang Taman Hutan Raya (Tahura) hingga Panorama 2, setidaknya sekitar tujuh kendaran rusak dan memakan badan jalan.

Mulai dari minibus, truk boks, truk pengangkut cpo dan truk lainnya. 

Baca juga: Sekdaprov Sumbar Minta Warga Siap Hadapi Bencana, Jangan Panik Saat Musibah Terjadi

Kemudian di Panorama 2, terdapat empat kendaraan terlibat kecelakaan dan juga menghambat arus lalu lintas.

Kendaraan terlibat antara lain tiga truk dan satu minibus. Hingga pukul 12.05 WIB, belum ada upaya evakuasi.

Jalur Lumpuh Sejak Pagi

Jalur Sitinjau Lauik lumpuh total akibat rentetan truk rusak dan kecelakaan tunggal pada Selasa (30/6/2026) pagi.

Kemacetan panjang mengular dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya sejak subuh di jalur Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Penyebab kemacetan diketahui lantaran banyaknya truk rusak yang memakan badan jalan, hingga kecelakaan tunggal.

Sejumlah pengendara yang melintasi jalur Sitinjau Lauik juga mengaku terjebak kemacetan berjam-jam, akibat dua insiden tersebut.

Pengendara, Engki Permana mengatakan sudah tejebak kemacetan selama dua jam dan sampai sekarang belum sampai di tujuan.

Baca juga: Temui Menteri Haji dan Umrah, Bupati JKA Bahas Percepatan Asrama Haji Batang Anai Padang Pariaman

"Sudah dua jam saya di sini, kini masih belum sampai Lubuk Selasih, tujuan saya ke Solok," ucapnya saat dikonfirmasi.

Kata dia, perjalanan dimulai dari Lubuk Begalung, Kota Padang sekira pukul 06.30 WIB dengan tujuan Solok.

Ia mulai terjebak kemacetan di Sitinjau Lauik sejak pukul 07.00 WIB. Menurut Engki, truk rusak jadi pemicu tersendatnya arus lalu lintas.

"Banyak truk rusak dan gagal menanjak, arus lalu lintas juga padat, susah kendaraan bergerak," jelasnya.

Tak hanya kini, Engki juga mengatakan terjebak kemacetan di Sitinjau Lauik pada Senin (29/6/2026) kemarin.

Kemacetan juga terpantau panjang, namun tidak separah kondisi pada pagi ini. Sebab kata dia, ujung kemacetan dari arah Solok sudah sampai di Lubuk Selasih.

Baca juga: Harga TBS Pasaman Barat Terbaru Tembus Rp3.754,06 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

"Kemarin juga terjebak macet di Sitinjau Lauik dari arah Solok ke Padang, sekarang macet lagi. Tapi kini, saya dari arah sebaliknya," tuturnya.

Keterangan Engki mengenai arus lalu lintas lumpuh total di Sitinjau Lauik dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido.

Saat dimintai keterangan, ia mengaku arus buka tutup diberlakukan di Sitinjau Lauik karena banyak truk rusak.

Kendaraan tersebut menurut Iptu Rido, berlokasi di tikungan, tanjakan dan memakan badan jalan.

"Kita masih berlakukan buka tutup, banyak truk rusak, total ada empat titik. Lokasinya juga memicu kemacetan, di tikungan, tanjakan dan memakan badan jalan," pungkasnya.

Ia menjelaskan secara detail, empat titik truk rusak terdapat di bawah Panorama saat datang dari arah Padang menuju Solok.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini: Padang Panjang dan Bukittinggi Berpotensi Hujan Petir

Lalu, dua di antaranya berlokasi sebelum Taman Hutan Raya (Tahura) dari arah Padang ke Solok.

"Satu truk lagi di tikungan Tunggua, setelah Panorama 2. Sedangkan satu truk kecelakaan tunggal dan masuk parit di dekat Panorama 2, belum dievakuasi," pungkas Kasat Lantas Polres Solok itu.

Sebagai langkah antisipasi dan penguraian arus lalu lintas, sebanyak 10 personel diterjunkan ke lapangan untuk membantu petugas dari Satlantas Polresta Padang.

Ia juga meminta kepada pengendara untuk tidak mendahului kendaraan di depan, saat kemacetan tengah berlangsung.

"Banyak kendaraan memotong jalur, sehingga menambah parah kemacetan. Kami mengimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, agar kemacetan cepat terurai,"ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.