Pelatih kepala tim nasional Prancis, Didier Deschamps, berbicara dengan jujur mengenai duka mendalam yang ia rasakan atas meninggalnya sang ibu selama berlangsungnya Piala Dunia. Sang pelatih legendaris sempat mengambil cuti singkat dari skuad untuk bersama keluarganya sebelum kembali dengan cepat guna memimpin Les Bleus menuju babak gugur.
Deschamps buka suara tentang tragedi pribadi
Menjelang laga babak 32 besar Prancis melawan Swedia, Deschamps mengungkapkan betapa beratnya kehilangan tersebut. Pemenang Piala Dunia itu harus meninggalkan kamp pelatihan di Amerika Serikat untuk kembali ke Prancis, melewatkan pertandingan terakhir fase grup demi mengurus urusan keluarga di tengah masa yang sangat sulit.
“Bagaimana kabar saya? Saya baik-baik saja. Tentu saja saya mengalami hari-hari yang berat di mana saya merasa hancur,” ujar Deschamps kepada M6. “Namun demi kesejahteraan pribadi saya dan demi kebaikan tim Prancis, saya harus pergi. Setelah itu, mereka melakukan apa yang diperlukan.”
Temukan ketenangan di pinggir lapangan
Meski dilanda duka mendalam, Deschamps memilih untuk kembali fokus pada tanggung jawab profesionalnya. Ia merasa bahwa intensitas persiapan dan tekanan kompetisi di Piala Dunia memberinya distraksi penting saat berusaha melalui masa berduka.
“Sejak saya kembali, saya langsung terlibat lagi dalam persiapan untuk pertandingan melawan Swedia,” lanjut pelatih berusia 57 tahun itu. “Rasanya baik memiliki kepala yang sibuk.” Kepulangannya disambut hangat oleh para pemain yang memberikan dukungan penuh kepada pelatih yang telah lama menahkodai tim tersebut.
Rekor sempurna di fase grup tanpa sang pelatih
Saat Deschamps absen, staf pelatih dan para pemain memastikan performa tim tetap terjaga. Les Bleus meraih kemenangan 4-1 atas Norwegia untuk mempertahankan rekor sempurna di Grup I, hasil yang memuaskan sang pelatih menjelang fase gugur yang penuh tekanan.
“Tujuan kami memang untuk finis di posisi pertama. Memenangkan pertandingan dengan sembilan poin, meski tidak memberikan bonus tambahan, tetap sesuatu yang belum pernah kami capai,” jelas Deschamps. “Menang selalu membawa hal positif. Target pertama telah tercapai.”
Kemenangan atas Norwegia itu memastikan langkah Prancis melaju ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi.
Tarian terakhir Deschamps bersama Prancis
Deschamps memiliki karier kepelatihan yang sangat gemilang bersama tim nasional Prancis sejak mengambil alih posisi pelatih Les Bleus pada tahun 2012. Selama masa jabatannya, pelatih berusia 57 tahun itu telah memimpin 182 pertandingan internasional, dengan catatan 119 kemenangan, 32 hasil imbang, dan hanya 31 kekalahan.
Setelah sukses membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai final edisi 2022 sebelum kalah dramatis lewat adu penalti melawan Argentina, Deschamps bertekad menutup era kepelatihannya di level internasional dengan satu lagi gelar Piala Dunia. Kontraknya saat ini dijadwalkan berakhir bulan depan.