Dulu Viral Dipuji, Agam Rinjani Kini Ditolak Datang ke Gunung Rinjani, Disinggung Pencitraan
Kharisma Tri Saputra June 30, 2026 03:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Setahun pasca namanya viral, nama Agam Rinjani kembali jadi sorotan.

Rencana kunjungan Agam Rinjani ke kawasan Gunung Rinjani bersama konten kreator Panji Petualang menuai penolakan keras dari pelaku wisata setempat.

Langkah pemboikotan tersebut secara resmi disuarakan oleh Forum Wisata Lingkar Rinjani pasca-beredarnya informasi mengenai agenda pembuatan konten video untuk memperingati satu tahun proses evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Untuk diketahui, nama Agam Rinjani dikenal luas karena aksi heroiknya turun tangan membantu mencari Juliana hingga dijuluki pahlawan oleh masyarakat Indonesia sampai warga Brasil.

Baca juga: Ini Alasan Forum Wisata Lingkar Rinjani Tolak Kedatangan Agam, Bukan Cuma Soal Konten

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyatakan bahwa aktivitas pembuatan video tersebut dinilai tidak tepat karena berpotensi membuka kembali polemik lama di kalangan masyarakat sekitar kawasan.

Faktor utama penolakan ini didasari oleh belum terselesaikannya sejumlah persoalan masa lalu, khususnya terkait transparansi pengelolaan dana donasi yang dihimpun saat aksi penyelamatan Juliana Marins pada tahun lalu.

"Kami sangat keberatan dengan rencana kedatangannya yang ingin membuat video di Rinjani dengan dalih memperingati satu tahun penyelamatan Juliana," tegas Royal saat memberikan keterangan, Sabtu (20/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Menurut pihak Forum Wisata, terdapat beberapa komitmen serta janji pembagian atau penggunaan dana donasi yang hingga kini belum direalisasikan kepada para relawan dan pihak terkait di lapangan.

"Ada banyak janji dan hutang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," ujarnya lagi.

Pihak asosiasi meminta Agam untuk menunjukkan itikad baik dan menuntaskan kewajiban tersebut terlebih dahulu sebelum menjadikan kawasan Rinjani sebagai panggung publikasi atau pencitraan.

"Kami kecewa dan prihatin atas sikap Agam yang sampai saat ini masih belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jangan jadikan Rinjani sebagai panggung untuk mengalihkan isu," terang Royal.

Baca juga: Momen Agam Rinjani Bantu Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR Jatuh di Tengah Tebing

Selain masalah finansial, Forum Wisata Lingkar Rinjani juga menyatakan keberatan dan menolak secara tegas penggunaan istilah "Pawang Rinjani" yang disematkan kepada Agam di media sosial.

"Kami juga tidak terima jika kata 'Pawang Rinjani' disematkan kepada yang bersangkutan.

"Saya mengajak semua masyarakat dan pegiat wisata agar menolak Agam ke sini," pungkasnya.

Klarifikasi Panji Petualang

Merespons dinamika penolakan dari warga lokal, Panji Petualang langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada masyarakat Lombok, suku Sasak, para relawan, serta seluruh perangkat porter di kawasan Gunung Rinjani.

"Aku minta maaf ya karena postingan kemarin bareng bang Agam di Jakarta secara kebetulan bertemu, mohon maaf yang seluas-luasnya untuk semua keluargaku di Lombok. Khususnya untuk semua pihak yang tersinggung atau tersakiti karena postingan ku," ujar Panji melalui akun Instagram @panjipetualang_real, dikutip Tribunsumsel.com pada Selasa (30/6/2026).

Panji menjelaskan bahwa rencana kolaborasi pembuatan konten bersama Agam Rinjani bermula dari pertemuan tidak sengaja saat mereka berada di Jakarta.

Dalam klarifikasinya, Panji menjelaskan bahwa rencana kolaborasi pembuatan konten tersebut murni berawal dari pertemuan tidak sengaja dengan Agam saat berada di Jakarta.

Panji juga mengakui kekeliruannya terkait penggunaan istilah "Pawang Gunung Rinjani" dalam unggahan media sosial sebelumnya.

Panji mengaku tidak mengetahui adanya konflik internal maupun persoalan donasi yang belum tuntas di lingkungan lokal.

Melalui klarifikasi ini, Panji berharap hubungan baiknya dengan masyarakat dan pencinta alam di Rinjani tetap terjaga, serta membuka peluang untuk berkunjung kembali dalam situasi yang lebih kondusif di masa depan.

"Semoga nanti kita bisa bertemu dalam kesempatan lain ya, makasih banyak, salam sejahtera semuanya," tandasnya.

Baca juga: Kisah Kehidupan Agam Rinjani, Dulu Sempat Jadi Tukang Cuci di Warung Lalapan Dibayar Sepiring Nasi

Sebagai informasi, Agam Rinjani dikenal luas setelah ikut membantu proses evakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 600 meter di kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, pada Juni 2025.

Meskipun belum berbicara mengenai polemik tersebut, terkuak aktivitas Agam Rinjani melalui akun Instagram pribadinya yang terverifikasi @agam_rinjani.

Unggahan terakhir Agam Rinjani terlihat memperkenalkan produk dengan nuansa pegunungan.

Selain itu, ia juga memperlihatkan aktivitasnya yang diunggah pada dua hari yang lalu.

Agam mengunggah foto saat dirinya menerima penghargaan dari Kemenhut untuk tim evakuasi tahun 2025.

Lalu ia ikut dalam koordinasi perencanaan sistem tata kelola pendakian bersama Kementerian Tahun 2025.

Terlihat, Agam bersalaman dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia juga mengunggah foto pelatihan Skyger 2025 pasca-kejadian Juliana di Bandung tahun 2025.

Tak hanya itu, ia juga mengikuti pelatihan sertifikasi Porter dan Guide Sembalun oleh Skyger tahun 2025.

Kemudian, Agam juga menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Pelayaran Akademis Makassar–Thailand bersama Korpala Unhas pada tahun 2025.

Ada pula, ia mengunggah saat mengikuti kegiatan budaya ngasuh gunung di Sajang-Sembalun tahun 2025.

Bahkan, ia sempat terbang ke Brasil menghadiri Conference of the Parties 30.

Agam juga terjun dalam bencana Aceh pada 11 Desember–22 Januari tahun 2026.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.