Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA/SMK Halaman 308 312 317 Kurikulum Merdeka, Soal Esai
Fitri Wahyuni June 30, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Berikut ini kunci jawaban mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 11 SMA/SMK Kurikulum Merdeka karangan Abd. Rahman, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2021.

Pada buku PAI kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka terdapat tugas yang termuat di halaman 308, 312, dan 317.

Siswa diminta untuk menjawab sejumlah soal pada Aktivitas 10.6, Aktivitas 10.7, dan Aktivitas 10.8.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 211 212 213 214 215 Kurikulum Merdeka: Pengertian Muru’ah

Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.

Selengkapnya berikut kunci jawaban PAI kelas 11 SMA/SMK halaman 308, 312, dan 317 Kurikulum Merdeka.

Aktivitas 10.6

Dari penjelasan sosok Jamaludin al-Afghani dan Muhammad Abduh di atas, apa persamaan dan perbedaan pemikirannya?

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 11 SMA Halaman 192 193 Kurikulum Merdeka: QS. At-Taubah

Jawaban :

1. Persamaan Pemikiran

  • Pembaharuan Islam:

Baik Jamaludin al-Afghani maupun Muhammad Abduh berpendapat bahwa umat Islam perlu melakukan pembaharuan (tajdid) dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam hal pendidikan, agama, dan politik.

Mereka melihat bahwa umat Islam perlu bangkit dari ketertinggalan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

  • Penolakan terhadap Kolonialisme:

Keduanya sepakat bahwa umat Islam harus bersatu untuk melawan imperialisme Barat yang sedang menjajah negara-negara Islam.

Mereka menekankan pentingnya kemandirian politik dan ekonomi umat Islam agar dapat menghadapi dominasi kekuatan asing.

  • Pentingnya Ilmu Pengetahuan: 

Jamaludin al-Afghani dan Muhammad Abduh sama-sama menekankan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kemajuan umat Islam.

Mereka mengajak umat Islam untuk tidak takut dengan kemajuan sains dan teknologi Barat, melainkan memanfaatkannya untuk kemajuan bersama.

2. Perbedaan Pemikiran

  • Pendekatan terhadap Agama dan Politik: 

Jamaludin al-Afghani lebih dikenal sebagai aktivis politik yang percaya bahwa kebangkitan umat Islam hanya bisa dicapai melalui perubahan politik yang radikal.

Ia sangat aktif dalam mendorong perlawanan terhadap kolonialisme dan pembentukan negara-negara Islam yang mandiri.

Sementara itu, Muhammad Abduh lebih fokus pada reformasi agama dan pendidikan.

Ia percaya bahwa perubahan sosial dan politik harus dimulai dari perubahan internal dalam diri umat, terutama melalui pendidikan agama yang lebih rasional dan terbuka.

  • Pandangan tentang Tradisi Islam: 

Muhammad Abduh lebih moderat dalam pandangannya terhadap tradisi Islam.

Ia berusaha menggabungkan ajaran Islam dengan rasionalisme dan berpandangan bahwa ajaran Islam harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Di sisi lain, Jamaludin al-Afghani lebih cenderung melihat tradisi Islam sebagai kekuatan yang harus dipertahankan dan dilindungi dari pengaruh luar yang merusak.

Aktivitas 10.7

Dari sosok dan pemikiran Rasyid Rida dan Muhammad Iqbal di atas, bagaimana kelebihan dan kelemahan apabila diterapkan di Indonesia?

Jawaban :

1. Kelebihan Pemikiran Rasyid Rida

  • Reformasi Institusi Keagamaan:

Rasyid Rida menekankan pentingnya pembaharuan dalam institusi keagamaan agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Di Indonesia, pemikirannya ini sangat cocok dengan kebutuhan reformasi pendidikan Islam dan lembaga keagamaan agar mampu menghadapi tantangan modernitas. Pembaruan ini bisa meningkatkan efisiensi dan modernitas lembaga Islam seperti pesantren dan sekolah agama.

  • Pentingnya Ijtihad:

Rida mendorong dilakukannya ijtihad (pemikiran baru) untuk menyelesaikan persoalan-persoalan umat Islam.

Di Indonesia, gagasan ini dapat memperkuat penerapan Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan situasi sosial, budaya, dan ekonomi lokal, sehingga Islam bisa memberikan solusi yang lebih pragmatis bagi masyarakat.

2. Kelemahan Pemikiran Rasyid Rida

  • Kecenderungan Konservatif:

Meskipun mendukung reformasi, Rida juga menunjukkan kecenderungan konservatif dalam beberapa pandangannya, terutama terkait dengan politik Islam dan negara.

Di Indonesia, pendekatan yang terlalu konservatif dalam politik Islam bisa menimbulkan kesulitan dalam konteks pluralisme dan kebhinekaan Indonesia yang membutuhkan toleransi yang lebih besar.

  • Penekanan pada Negara Islam:

Rida sangat mendorong konsep negara Islam, yang mungkin kurang relevan dengan Indonesia yang menganut sistem demokrasi Pancasila.

Pemikiran ini bisa menimbulkan gesekan dalam konteks keanekaragaman agama dan sistem pemerintahan yang tidak berbasis agama.

3. Kelebihan Pemikiran Muhammad Iqbal

  • Fokus pada Individualitas dan Kebebasan Berpikir:

Iqbal menekankan pentingnya kebebasan berpikir dan kebangkitan individu.

Di Indonesia, pemikiran ini sangat bermanfaat dalam mendorong pengembangan intelektual Muslim yang kritis dan mandiri.

Iqbal mengajarkan bahwa setiap Muslim harus bisa berpikir untuk dirinya sendiri, yang sangat sesuai dengan semangat pendidikan modern.

  • Pembaruan Spiritual dan Filosofis:

Pemikiran Iqbal juga membawa pembaharuan dalam aspek spiritual, di mana Islam tidak hanya dilihat sebagai agama ritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi filosofis.

Di Indonesia, hal ini bisa meningkatkan apresiasi terhadap nilai-nilai spiritual Islam yang lebih dalam dan universal, yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Kelemahan Pemikiran Muhammad Iqbal

  • Terlalu Abstrak dan Filosofis:

Pemikiran Iqbal yang cenderung filosofis dan abstrak terkadang sulit untuk diterapkan secara praktis di masyarakat luas.

Di Indonesia, yang masyarakatnya cenderung lebih pragmatis, beberapa ide Iqbal mungkin sulit dipahami atau diterapkan tanpa adanya interpretasi yang lebih sederhana dan langsung.

  • Tidak Menyentuh Aspek Sosial-Politik Secara Mendalam:

Iqbal lebih fokus pada pembaruan spiritual dan filsafat Islam, namun kurang membahas aspek sosial-politik secara konkret.

Di Indonesia, yang menghadapi tantangan politik Islam modern, kekurangan ini bisa menjadi kendala dalam mewujudkan perubahan yang lebih komprehensif.

Aktivitas 10.8

1. Bagaimana hubungan antara KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari!

Jawaban :

Hubungan antara KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari: KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari memiliki hubungan yang erat dalam perjuangan dan pembaharuan Islam di Indonesia.

Mereka belajar bersama di Makkah dan berbagi pemikiran dalam menghadapi perubahan zaman.

Meskipun memiliki perbedaan dalam beberapa pendekatan, namun keduanya saling menghormati dan berkolaborasi dalam mendirikan organisasi Islam yang besar, yaitu Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan dan Nahdlatul Ulama (NU) oleh KH. Hasyim Asy'ari.

2. Bagaimana pengaruh pemikiran dan kiprah sosok KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari bagi umat Islam di Indonesia sekarang!

Jawaban :

Pengaruh Pemikiran dan Kiprah sosok KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari bagi umat Islam Indonesia sekarang adalah keduanya menjadi inspirasi bagi umat Islam Indonesia dalam menjalankan agama secara modern, toleran, dan menghormati perbedaan.

Muhammadiyah dan NU, sebagai organisasi yang mereka dirikan, masih aktif berperan dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan penyebaran nilai-nilai Islam di Indonesia.

Kemudian pemikiran-pemikiran mereka memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan identitas Islam Indonesia yang berkepribadian dan inklusif.

*) Disclaimer:

(Bangkapos.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.