Kawasan Heritage Depok Lama Perkuat Identitas Kota, Ini Penjelasan Ade Supriyatna
dodi hasanuddin June 30, 2026 04:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Festival Heritage Depok Lama 2026 digelar pada Sabtu (27/6/2026).

Festival Heritage Depok Lama digelar di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama, Pancoran Mas, Kota Depok.

Festival tersebut juga menghadirkan 60 stand UMKM yang menampilkan kuliner, fesyen, kerajinan tangan, bahkan ada produk khas dari Belanda.

Baca juga: Pesan Mendalam Ade Supriyatna untuk Orangtua dan Ayah Muda di Depok

Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna menghadiri pembukaan Festival Heritage Depok Lama 2026, Sabtu 27 Juni 2026, di kawasan Jalan Pemuda, Depok Lama.

Ade juga melihat sejarah Cornelis Chastelein di gedung Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC)

Cornelis Chastelein merupakan orang Belanda yang bekerja di perusahaan dagang Belanda yaitu VOC.

Kemudian Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok pada 18 Mei 1696 dari seorang Residen di Cirebon yang bernama Lucas van der Meur dengan harga 700 ringgit.

Luasnya sekitar 1.244 ha dan dibatasi oleh Pondok Cina di utara, Ciliwung di timur, Cimanggis di selatan, dan Mampang di bagian barat. 

Baca juga: Ade Supriyatna Ungkap Mahasiswa asal Depok Peduli Terhadap Pembangunan Kotanya

Kemudian Cornelis Chastelein mempekerjakan 150 budak untuk menggarap tanahnya yang dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.

Cornelis Chastelein menghibahkan tanah-tanahnya di Depok kepada mereka untuk dikelola sesuai dengan surat wasiat yang dibuat Cornelis Cahstelein pada 13 Maret 1714.

"Festival ini menjadi momentum penting bagi Kota Depok, karena menjadi langkah awal penetapan Jalan Pemuda dan sekitarnya sebagai Kawasan Heritage Depok Lama," kata Ade Supriyatna.

Ade menyatakan bahwa ia melihat langsung antusiasme masyarakat Depok di Festival Heritage Depok Lama 2026.

Baca juga: Ade Supriyatna Ungkap Transjakarta Minitrans 9H Melayani Warga Depok dari Tanah Baru

Mereka ada yang menyaksikan parade 12 Marga Kaum Depok, dan fashion show. Kemudian warga ada belanja di Bazar UMKM, membuat mural dan lomba mewarnai.

"Bagi saya, kegiatan seperti ini bukan hanya soal festival, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat sejarah, memperkuat identitas kota, sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat," tutur Ade Supriyatna.

"Semoga Festival Heritage Depok Lama bisa menjadi agenda tahunan yang semakin baik, semakin meriah, dan memberikan manfaat luas bagi warga Depok," tambahnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.