Dikira Korban Begal, Gadis Muda Ternyata Nyaris Dirudapaksa Ojol, HP Dibawa Kabur
Noval Andriansyah June 30, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Deli Serdang - Jagat maya di Sumatera Utara dihebohkan oleh beredarnya video amatir di platform Facebook yang menarasikan adanya aksi pembegalan sadis di kawasan Desa Klumpang Kebun, Pasar 4, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Baca juga: Ayah Rudapaksa Anak Semata Wayang hingga Hamil 4 Bulan, Korban Takut Melapor

Namun, setelah ditelusuri lebih mendalam, terungkap sebuah plot twist mengerikan. Insiden tersebut nyatanya bukan murni pembegalan, melainkan aksi percobaan rudapaksa brutal oleh seorang oknum pengemudi ojek online (ojol) terhadap penumpang gadis mudanya.

Korban berinisial B (20) beruntung bisa meloloskan diri dari cengkeraman pelaku setelah sempat diseret ke area gelap di tengah perkebunan.

Kendati berhasil mempertahankan kehormatannya, ponsel genggam milik korban raib digondol pelaku yang langsung tancap gas melarikan diri.

Fakta mengejutkan ini dibongkar oleh Syahrul, mantan Kepala Dusun V Gang Amal Klumpang, yang merupakan warga pertama yang menyelamatkan korban saat lari ketakutan ke arah permukiman.

"Bukan begal. Dia (korban) itu awalnya pesan Grab dari Jalan Kapten Muslim Medan mau pulang ke Marelan. Tapi di tengah jalan malah diblusukkan (diarahkan) pelaku ke area kebun tebu-tebuan. Di situ korban mau dirudapaksa dan handphonenya dirampas. Bersyukur korban bisa langsung kabur," ungkap Syahrul saat dikonfirmasi oleh awak media, Selasa (30/6/2026), dilansir Tribun-Medan.com.

Modus Blusukan ke Kebun Tebu Gelap Gulita

Menurut Syahrul, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Senin (29/6/2026) malam sekira pukul 19.30 WIB. Lokasi kejadian berada di area steril Jalan Lintas Klumpang Kebun Pasar 4, yang dikelilingi oleh hamparan tanaman tebu yang sepi, rimbun, dan minim pencahayaan lampu jalan.

Kronologi bermula saat korban B memanfaatkan aplikasi transportasi daring Grab untuk mengantarnya ke rumah rekannya di daerah Marelan. Namun, di tengah perjalanan, sang driver nakal sengaja mengubah rute secara sepihak dan mengarahkan setang motornya masuk ke dalam area perkebunan tebu.

Di tempat sepi itulah, korban diturunkan secara paksa dari atas motor. Terduga pelaku yang sudah gelap mata langsung meraba dan berupaya memaksa korban yang tak berdaya untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Korban Trauma Berat, Polisi Tunggu Laporan Resmi

Di tengah kepanikan dan ancaman kekerasan, korban mengumpulkan sisa tenaganya untuk memberontak. Ia berhasil melepaskan diri dari dekapan pelaku, lalu lari sekencang-kencangnya membelah kegelapan kebun tebu menuju lampu perumahan warga terdekat.

Nahas, saat korban berlari menyelamatkan diri, telepon genggam miliknya tertinggal atau direbut paksa oleh pelaku sebagai kompensasi pelariannya.

"Korban saat ini mengalami trauma berat karena syok dan tadi malam sudah diantarkan oleh warga setempat untuk dikembalikan dengan aman ke pihak keluarganya," imbuh Syahrul.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Ipda Revalino Peranginangin, menyatakan bahwa pihak penyidik sudah memonitor video viral tersebut namun belum menerima laporan polisi (LP) secara formal dari pihak korban.

"Saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban ke mapolsek. Kami belum bisa menyimpulkan secara hukum apakah dia itu murni korban pembegalan jalanan atau kasus percobaan asusila. Kami mengimbau pihak keluarga untuk segera membuat laporan agar pelaku bisa segera kami buru," pungkas Ipda Revalino.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.