Kemarau Terjadi di Tarakan, PDAM Pastikan Cadangan Air Baku Masih Aman hingga Sebulan Kedepan
Junisah June 30, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN–Musim kemarau mulai dirasakan di Tarakan, Kalimantan Utara. Berdasarkan pantauan tercatat sudah hampir 10 hari terakhir belum ada  hujan yang mengguyur. Tentunya ini menimbulkan  kekhawatiran masyarakat terhadap Ketersediaan air baku di embung PDAM Tarakan 

Direktur Perumda Tirta Alam PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan hingga saat ini seluruh embung utama yang menjadi sumber air baku masih memiliki kapasitas yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Memang sekarang sudah masuk musim kemarau. Hampir 10 hari belum turun hujan, tetapi kondisi embung kita, terutama di Persemaian, masih normal. Kemudian di Bendungan Binalatung posisinya masih di minus 60 sentimeter," ujar Iwan Setiawan, Selasa (30/6/2026).

Iwan Setiawan menjelaskan, tinggi muka air di Bendungan Binalatung saat ini rata-rata mengalami penurunan sekitar lima sentimeter setiap hari. Dengan kondisi tersebut, cadangan air diperkirakan masih mampu bertahan sekitar 36 hari apabila hujan belum turun.

 

"Kalau penurunannya sekitar lima sentimeter per hari, ketahanan air baku kita masih sekitar 36 hari. Jadi untuk satu bulan ke depan insya Allah masih aman," ucap Iwan setiawan.

Selain Bendungan Binalatung, sumber air baku lainnya seperti Embung Indulung, Rawasari, hingga Bengawan juga masih berada dalam kondisi yang aman dan belum menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan.

Iwan berharap hujan dapat kembali turun sebelum memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

Menurutnya, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan pola cuaca di Tarakan cukup dinamis. Meski memasuki musim kemarau, hujan deras masih dapat terjadi sewaktu-waktu karena berada pada masa pancaroba.

"Kita berharap pertengahan atau akhir Juli sudah mulai turun hujan lagi sehingga embung-embung kembali terisi. Kalau hujan datang sebelum Agustus, insya Allah kondisi air baku tetap aman melewati puncak musim kemarau," ucapnya.

 

Namun, apabila skenario terburuk terjadi dan hujan tidak turun hingga cadangan air baku terus menyusut, jadi PDAM Tarakan telah menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satunya dengan mengoptimalkan instalasi pengolahan air (IPA) yang masih memiliki sumber air baku, serta menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah yang mengalami kesulitan pasokan.

"Kalau nanti air bakunya benar-benar habis, mudah-mudahan itu tidak terjadi, kami akan membantu masyarakat melalui distribusi air menggunakan mobil tangki ke daerah-daerah yang membutuhkan," jelasnya.

Selain itu, pengaturan distribusi air secara bergilir juga menjadi opsi terakhir apabila kondisi benar-benar memaksa. Namun, langkah tersebut sebisa mungkin akan dihindari.

"Kalau kondisi darurat memang bisa saja dilakukan distribusi bergilir. Tetapi kami usahakan jangan sampai ke sana," tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jaringan distribusi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir membuat pelayanan air bersih kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

PEMABANGUNAN EMBUNG- Embung Binalatung menjadi salah satu embung yang berada di bawah naungan BWS V Kaltim dan Kaltara. Ke depan akan dilakukan pembangunan embung di Sei Maya Kelurahan Juata.
PEMABANGUNAN EMBUNG- Embung Binalatung menjadi salah satu embung yang berada di bawah naungan BWS V Kaltim dan Kaltara. Ke depan akan dilakukan pembangunan embung di Sei Maya Kelurahan Juata. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Wilayah pesisir maupun kawasan yang sebelumnya kerap mengalami tekanan air rendah, seperti kawasan Beringin, kini sudah mendapat suplai yang lebih stabil setelah pembangunan jaringan pipa bypass.

"Dulu daerah Beringin sering tidak mengalir meskipun kondisi normal. Sekarang sudah jauh lebih baik karena jaringan pipanya sudah kita perkuat. Tinggal kita berharap cadangan air bakunya tetap mencukupi sampai hujan kembali turun," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.