SURYA.co.id, SURABAYA - Timnas voli putri U-18 Indonesia percaya diri (PD) menatap Kejuaraan Bola Voli Putri U-18 Asia AVC 2026 yang akan berlangsung 1-7 Juli 2026 mendatang di Terminal 21 Korat dan Universitas Rajabhat Nakhon Ratchasima, Thailand.
Asisten pelatih Timnas voli putri U-18 Indonesia, Bobby Ade menilai, modal penting skuad asuhannya menatap kompetisi tersebut setelah tampil di Kejuaraan Bola Voli Putri U-18 Asia Tenggara Est Cola Princess Cup ke-23 Tahun 2026 di tempat sama.
Indonesia memang belum mampu memenuhi target, karena hanya mengakhiri kompetisi di posisi keempat setelah kalah dari Filipina 2-3 (25-27, 29-27, 25-18, 22-25, dan 11-15).
Meski demikian, Bobby menegaskan para pemain memperoleh pengalaman berharga selama tampil di Nakhon Ratchasima, Thailand, yang akan menjadi bekal saat menghadapi persaingan di level Asia.
Baca juga: Timnas Voli Putra Indonesia Juara di AVC Mens Volleyball Cup 2026, Berikutnya Asian Games
"Tim memang belum mendapat hasil yang diinginkan. Namun, dari sini kami dapat mempersiapkan tim lebih matang lagi untuk bermain di AVC U-18," terang Bobby Ade kepada SURYA.co.id, Senin (29/6/2026).
"Karena beberapa tim seperti Iran dan Jepang belum pernah bermain di Thailand, khususnya di venue Korat 21," tambahnya.
Ia menilai, pengalaman bertanding dan beradaptasi dengan kondisi lapangan di Korat 21 menjadi nilai tambah bagi Indonesia.
Keuntungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan saat kembali berlaga di arena yang sama pada Kejuaraan AVC U-18 2026.
Bobby juga menilai Princess Cup bukan sekadar turnamen pemanasan, tetapi menjadi bagian dari program regenerasi yang sedang dibangun tim pelatih di bawah komando Marcos Sugiyama.
"Semoga dari hasil ini kami dapat melanjutkan program regenerasi yang dicanangkan pelatih utama Marcos Sugiyama, sehingga para pemain nantinya bisa dipersiapkan untuk memperkuat tim senior," pungkas Bobby Ade.