Kini Jadi Kawasan Pemondokan Jemaah Haji, Misfalah Ternyata Simpan Jejak Hijrah Rasulullah
Endra Kurniawan June 30, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Misfalah merupakan kawasan permukiman di Kota Makkah, Arab Saudi, yang berada di sisi selatan Masjidil Haram.

Berjarak sekitar 500 meter hingga 2 kilometer dari Masjidil Haram, kawasan ini dikenal sebagai salah satu lokasi akomodasi bagi jemaah umrah dan haji, termasuk jemaah asal Indonesia.

Pada operasional haji 2026, sebanyak 49 hotel di Misfalah menjadi tempat pemondokan jemaah haji Indonesia yang tersebar di sektor 7, 8, dan 9.

Di balik deretan hotel dan permukiman yang kini memenuhi kawasan tersebut, tersimpan jejak sejarah yang berkaitan dengan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.

Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ustaz Ahmad Musyaddad menjelaskan, Misfalah diyakini menjadi salah satu jalur yang dilalui Rasulullah SAW saat memulai perjalanan menuju Jabal Tsur.

lihat foto
DIWAWANCARA- Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ustaz Ahmad Musyaddad saat diwawancara ketika mendampingi tim Media Center Haji (MCH) mengeliling kawasan Masjidil Haram, Minggu (21/6/2026).

Hingga kini, salah satu ruas jalan di kawasan tersebut masih bernama Syari Al-Hijrah atau Jalan Hijrah, yang dipercaya merujuk pada rute hijrah Rasulullah SAW sebelum bersembunyi di Gua Tsur.

"Kalau kita berjalan ke belakang Tower Makkah, kita akan menjumpai kawasan Misfalah. Salah satu jalannya bernama Syari Al-Hijrah," ujar Musyaddad saat mendampingi tim Media Center Haji (MCH) berkeliling kawasan Masjidil Haram, pekan lalu.

"Kenapa dinamakan demikian? Karena kira-kira dari situlah Rasulullah SAW melalui perjalanan hingga sampai di Jabal Tsur," lanjutnya.

Asal-usul Nama Misfalah

Musyaddad menjelaskan, kondisi geografis Makkah yang terdiri atas lembah dan perbukitan turut memengaruhi penamaan sejumlah kawasan, termasuk Misfalah.

Menurutnya, nama Misfalah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang bermakna 'rendah' atau 'bagian bawah', sesuai dengan letak geografis kawasan tersebut yang berupa dataran rendah.

"Misfalah berasal dari kata safala yang artinya rendah atau bawah. Umumnya wilayah Misfalah merupakan dataran rendah, maka kawasan ini dinamakan Misfalah," ujarnya.

Sebaliknya, kawasan di sebelah utara Masjidil Haram dikenal dengan nama Ma'la, yang berasal dari kata a'la yang berarti "tinggi".

"Kalau Misfalah berada di selatan dan merupakan dataran rendah, maka Ma'la berada di utara. Dinamakan Ma'la karena wilayahnya lebih tinggi. Kalau kita menuju Terminal Syib Amir di Ma'la, jalannya akan menanjak," katanya.

Menurut Musyaddad, penamaan kedua kawasan tersebut menunjukkan bagaimana kondisi bentang alam Makkah sejak dahulu menjadi penanda arah sekaligus identitas wilayah-wilayah di sekitar Masjidil Haram. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.