‎398 Petugas Sensus Malteng Bakal Door to Door, Kepala BPS Minta Warga Kooperatif
Ode Alfin Risanto June 30, 2026 06:52 PM

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 398 petugas sensus ekonomi di Kabupaten Maluku Tengah telah diterjukan untuk mendata kondisi ekonomi masyarakat di tahun 2026.

‎Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah, Richard Thenu, Senin (29/6/2026). 

‎Richard Thenu meminta agar masyarakat Maluku Tengah dapat menerima petugas dengan kooperatif, dimana petugas yang dilatih akan turun melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

‎"Oleh karena itu, dalam kegiatan sensus ekonomi 2026, kami mengharapkan bahwa semua masyarakat ini dapat menerima petugas sensus," ujar Richard.

Baca juga: Aksi Jenaka Warga Ambon Bawa Koper Belanda dan Jerman Saat Pawai, Simbol Dua Raksasa Eropa Pulang

Baca juga: Jerman dan Belanda Tersingkir, Brasil Lolos ke 16 Besar dan Naik ke Ranking 5 FIFA

BPS membagi pola pendataan menjadi dua sesi, yaitu usaha besar dimulai dari 1 Mei 2026 sampai nanti 31 Agustus 2026. Sedangkan jenis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai didata sejak 15  Juni 2026 sampai 31 Agustus 2026. 

‎"Petugas sensus kami memang tidak banyak, sehingga mungkin ada warga yang masih menunggu, kapan ini petugas sampai di rumah. Karena petugas sensus kami itu ada berjumlah 398 petugas," jelas Richard.

‎Pihaknya berharap agar masyarakat dapat menerima petugas sensus yang datang ke rumah, dan memberikan informasi atau data yang jujur apa adanya. 

‎"Tidak perlu menyimpan-nimpan informasi, karena sensus ini tidak ada hubungannya dengan pajak, ataupun tidak ada hubungannya dengan bantuan," tukasnya.

‎Pendataan tersebut diakui tidak ada kaitan dengan pajak ataupun bantuan, namun sebagai pijakan pemerintah untuk menganalisa setiap kebijakan. 

‎Sehingga masyarakat diminta untuk memberikan data secara terbuka agar bisa memotret pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

‎"Apalagi sekarang kita melihat dengan transformasi digital, ini kan 10 tahun sebelumnya kita mungkin belum temukan ya ada orang yang jual-jualan online. Dan sekarang sudah mulai ada transformasi itu. Usaha-usaha itu kan tidak kelihatan kasat mata. Ada di dalam rumah, empat orang tinggal, mungkin tiga orang punya usaha online dan itu kami perlu (data)," ulas Kepala BPS Maluku Tengah itu.

‎Richard juga meminta agar warga tidak khawatir terkait kerahasiaan data warga karena telah dijamin oleh UU. 

‎"Kalaupun data sensus ekonomi dipublish kami tidak akan publish secara data by name and address Tapi secara agregat," pungkas Richard.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.