Tribunlampung.co.id, Musi Rawas - Jerit histeris warga memecah keheningan di sekitar Jembatan Sungai Beliti, Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Selasa (30/6/2026) siang.
Baca juga: Video Terkuak Pesan Terakhir Mahasiswi yang Loncat ke Sungai Bengawan Solo, Aku Pergi Ya
Seorang remaja putri yang masih berstatus sebagai pelajar SMP nekat melakukan aksi ekstrem dengan melompat dari atas jembatan setinggi belasan meter ke dalam sungai, diduga demi mengakhiri hidupnya.
Beruntung, aksi sigap dan heroik dari warga setempat yang menyaksikan kejadian berhasil menyelamatkan nyawa korban.
Remaja berinisial D tersebut berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Meskipun motif aslinya masih misterius, dugaan kuat di lapangan mengarah pada depresi akibat asmara atau putus cinta.
Sinyal tersebut diperkuat oleh temuan warga di sekitar lokasi berupa sepucuk surat wasiat yang sengaja ditinggalkan korban di atas jembatan sebelum ia melompat.
Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya, membenarkan adanya insiden percobaan mengakhiri hidup tersebut.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan di TKP, korban diketahui merupakan warga Desa Marga Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas.
Sebelum nekat melompat, korban D terpantau oleh saksi mata sedang duduk melamun seorang diri di pembatas jembatan.
Warga yang melintas sebenarnya sudah menaruh curiga dan menangkap gelagat tidak beres dari gerak-gerik siswi SMP tersebut.
"Sudah ada warga yang mendekat dan mencoba membujuk korban agar turun, karena beberapa warga di lokasi sudah menduga kalau dia mau loncat dari jembatan," ungkap Iptu Miming Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa sore, dilansir TribunSumsel.com.
Nahas, bujukan warga tersebut tidak dihiraukan. Dalam hitungan detik, korban langsung menghempaskan tubuhnya ke bawah menuju aliran Sungai Beliti.
Melihat tubuh korban terhempas ke air, sejumlah warga tanpa berpikir panjang langsung ikut melompat ke sungai untuk melakukan penyelamatan darurat.
Beruntung, faktor alam sore itu sedang berpihak pada keselamatan korban.
"Syukurnya kondisi air sungai saat kejadian sedang tenang dan tidak meluap, sehingga korban tidak langsung terseret arus bawah yang deras dan berhasil diraih lalu diselamatkan oleh warga," urai Kapolsek lega.
Setelah berhasil dievakuasi ke pinggir sungai, korban yang berada dalam kondisi syok dan lemas langsung digotong menuju Puskesmas Muara Beliti guna mendapatkan tindakan medis serta bantuan oksigen.
Korban dilaporkan masih mengalami trauma psikologis yang berat, kondisinya lemas, dan belum mampu berkomunikasi.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah berhasil menghubungi keluarga besar korban di Kecamatan Muara Kelingi, yang saat ini sedang dalam perjalanan darat menuju Puskesmas Muara Beliti untuk mendampingi buah hati mereka.
Mengenai keberadaan sepucuk surat misterius yang diduga ditulis tangan oleh korban sebelum melompat, Iptu Miming Wijaya menyatakan dokumen tersebut telah diamankan oleh petugas dan masuk dalam materi penyelidikan.
"Untuk lembaran surat yang ditinggalkan korban, kami belum tahu apa isi pesannya secara mendetail karena personel kami masih fokus melakukan pengamanan dan pendampingan di puskesmas. Kasus ini akan kami selidiki lebih lanjut setelah kondisi psikis korban stabil," pungkas Iptu Miming.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan mengakhiri hidup, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan mengakhiri hidup.
Khusus di Lampung, bisa menghubungi RSJD Provinsi Lampung
Nomor Telepon (0721) 271170
WhatsApp 0811-7213-160.