Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Doddy Hanggodo menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 meningkat signifikan dibanding musim haji tahun sebelumnya.
Penilaian itu disampaikan Doddy saat berada di Madinah, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini terlihat dari menurunnya jumlah jamaah Indonesia yang wafat di Tanah Suci.
"Jauh lebih bagus dari tahun lalu. Minimum yang saya lihat dari jumlah jamaah yang wafat di Tanah Suci kan jauh lebih berkurang," kata Doddy.
Ia menilai pembentukan Kementerian Haji dan Umrah oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah.
Menurut Doddy, kehadiran kementerian khusus membuat seluruh proses penyelenggaraan haji menjadi lebih fokus.
"Kelihatan sekali Kemenhaj yang digagas Pak Prabowo itu sudah tepat sehingga penanganan jamaah benar-benar fokus," ujarnya.
Doddy juga mengapresiasi dedikasi para petugas haji Indonesia selama bertugas di Arab Saudi.
Ia menilai Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji memilih memprioritaskan pelayanan kepada jamaah dibanding menjalankan ibadah haji pribadi.
"Saya lihat para petugasnya, Pak Menteri dan Pak Wamen tidak berhaji, tetapi mengurus jamaah. Jadi memang fokus mereka mengurus jamaah, tidak terbelah antara ibadah dan mengurus jamaah," kata Doddy.
Ia berharap kualitas pelayanan haji Indonesia terus meningkat pada musim haji mendatang.
"Saya berharap tahun depan akan semakin bagus lagi," ucapnya.
Selain menghadiri agenda pemerintahan di Arab Saudi, Doddy juga menyempatkan diri meninjau pengembangan Sekolah Indonesia di Riyadh dan Jeddah.
Ia menjelaskan kunjungannya ke Arab Saudi merupakan bagian dari agenda menghadiri kegiatan World Water Forum di Riyadh dan Jeddah.
Di sela-sela agenda tersebut, ia meninjau kesiapan pembangunan fasilitas pendidikan bagi anak-anak WNI di Arab Saudi.
Menurut Doddy, seluruh anak Indonesia yang tinggal di Arab Saudi berhak memperoleh pendidikan yang layak.
Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas Sekolah Indonesia di Arab Saudi.
"Masalah utama selama ini adalah lahan. Mencari lahan untuk pendidikan di Arab Saudi bukan perkara mudah," ujarnya.
Ia mengatakan proyek Sekolah Indonesia Riyadh menjadi prioritas karena desain dan lahannya telah tersedia.
Pemerintah akan segera memulai pekerjaan rehabilitasi sekaligus penambahan sejumlah bangunan baru di kompleks sekolah tersebut.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Indonesia Jeddah membutuhkan proses lebih panjang.
Bangunan lama harus dibongkar terlebih dahulu sebelum pembangunan dimulai.
Proses tersebut juga memerlukan persetujuan Pemerintah Arab Saudi.
"Kami tetap menjalani seluruh prosesnya karena ini merupakan pekerjaan lintas kementerian," kata Doddy.
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan akan melibatkan BUMN Indonesia yang telah memiliki izin bekerja di Arab Saudi, termasuk PT Waskita Karya. (hasim arfah/mch 2026)