Pondok Penulis Garut Hadirkan Pesantren Holiday, Gabungkan Ngaji Bahagia dan Cinta Lingkungan
Muhamad Syarif Abdussalam June 30, 2026 10:45 PM

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Puluhan pelajar dan santri dari berbagai daerah mengisi masa liburan sekolah dengan mengikuti kegiatan Pesantren Holiday yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Ihsan atau Pondok Penulis, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Program tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk memanfaatkan waktu liburan melalui berbagai aktivitas yang bermanfaat, mulai dari pembelajaran keagamaan, pembentukan karakter, hingga pendidikan tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung tagline "Ngaji tapi Happy, Happy tapi Ngaji", kegiatan ini dirancang agar para santri dapat merasakan proses belajar yang menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Seluruh rangkaian acara dikemas secara interaktif sehingga peserta tidak hanya belajar, tetapi juga bermain, berdiskusi, dan beribadah dalam suasana yang penuh keceriaan.

Selain mempelajari ilmu keislaman, Al-Quran, kitab kuning, pembiasaan ibadah, serta berbagai kegiatan pengembangan karakter, para peserta juga melakukan aksi penanaman pohon di lingkungan pondok sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup.

Kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses penanaman saja. Para santri juga diberi tanggung jawab untuk merawat pohon yang telah ditanam sebagai sarana pembelajaran mengenai komitmen, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap alam.

Sesepuh Pondok Pesantren Nurul Ihsan, KH Abdurrahman Muchtar, mengatakan Pesantren Holiday dirancang agar masa liburan sekolah tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat keimanan, membentuk akhlak, dan menumbuhkan kebahagiaan dalam menuntut ilmu.

"Kami ingin menunjukkan bahwa belajar agama tidak harus terasa membebani. Santri dapat mengaji dengan hati yang gembira, saling berbagi kebahagiaan, namun tetap serius dalam menuntut ilmu. Itulah semangat yang kami bangun melalui tagline 'Ngaji tapi Happy, Happy tapi Ngaji'," katanya.

Ia menjelaskan, pendidikan di pesantren juga harus mampu membentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan.

Karena itu, para santri diajak memahami bahwa menanam pohon merupakan salah satu bentuk amal kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

"Dan tentunya bukan hanya menanam, tetapi bagaimana pohon itu terus dirawat hingga tumbuh besar. Dari situ santri belajar tentang amanah, kesabaran, dan tanggung jawab," jelas Abdurrahman.

"Menjaga alam adalah bagian dari ajaran Islam karena manusia diberikan amanah sebagai khalifah di muka bumi," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pesantren Holiday, Ustadz Faisal Ramdan Saepuloh, mengungkapkan kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan ketiga tersebut diikuti puluhan peserta dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut.

Menurutnya, konsep pembelajaran yang menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri sehingga peserta dapat menikmati setiap rangkaian kegiatan selama berada di lingkungan pesantren.

"Melalui konsep 'Ngaji tapi Happy, Happy tapi Ngaji', kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan. Santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga belajar membangun karakter, mempererat persaudaraan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan menanam dan merawat pohon," ungkap Faisal.

Ia berharap seluruh peserta dapat membawa pulang pengalaman positif dari Pesantren Holiday dan menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Melalui program Pesantren Holiday, kata Faisal, Pondok Penulis Garut berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyenangkan, memperkuat spiritualitas, serta membentuk akhlak mulia.

"Yang tidak kalah penting, tentunya juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal bagi lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.