'Rasanya Sangat Buruk' - Joshua Kimmich Akui Timnas Jerman 'Sepenuhnya Layak' Tersingkir Lebih Awal dari Piala Dunia
Hendra Wijaya July 01, 2026 12:52 AM

'JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA'


'Rasanya sangat buruk' - Joshua Kimmich mengakui Jerman 'sepenuhnya layak' tersingkir lebih awal dari Piala Dunia


Joshua Kimmich menerima tanggung jawab penuh setelah perjalanan Jerman di Piala Dunia berakhir dengan kekalahan adu penalti dari Paraguay di babak 32 besar. Bek tersebut mengakui bahwa timnya tidak pernah mencapai performa terbaik sepanjang turnamen dan menegaskan bahwa para pemainlah yang sepenuhnya harus disalahkan atas kegagalan ini.


Jerman tersingkir setelah kalah adu penalti melawan Paraguay


Perjalanan Jerman di Piala Dunia berakhir di babak 32 besar setelah kalah dalam adu penalti melawan Paraguay usai 120 menit yang penuh frustrasi. Hasil tersebut menambah catatan mengecewakan lainnya bagi tim asuhan Julian Nagelsmann. Kimmich segera berbicara kepada media setelah pertandingan dan tidak menyembunyikan rasa kecewanya.


Kejujuran brutal dari Kimmich


Alih-alih hanya membahas adu penalti itu sendiri, bintang Bayern München tersebut menyoroti performa Jerman sepanjang kompetisi. Ia mengatakan bahwa Jerman tidak pernah menampilkan permainan terbaiknya dan menilai bahwa tersingkirnya mereka mencerminkan secara adil penampilan mereka selama turnamen.


"Rasanya sangat buruk dan tidak menyenangkan," kata Kimmich. "Kami tidak bermain di level terbaik melawan siapa pun. Tiga kali kami mengalami masalah besar melawan tim yang bukan kelas dunia. Itu fakta. Kami sepenuhnya pantas tersingkir."


Tidak ada alasan bagi skuad Jerman


Kimmich juga memberikan penilaian yang sangat jujur setelah kekalahan tersebut, menegaskan bahwa Jerman tampil jauh di bawah standar yang diharapkan. Ia menekankan bahwa para pemain, bukan staf pelatih atau pihak luar, yang bertanggung jawab atas kegagalan ini.


"Kami bermain di sini untuk membuat Jerman bangga," tambahnya. "Sebagai anak-anak, saya selalu melihat Jerman mencapai semifinal atau final. Kami tidak bisa memberikan itu kepada para penonton di rumah.


"Saya pikir orang-orang di Jerman saat ini membutuhkan sesuatu untuk dibanggakan - sayangnya, itu bukan tim nasional. Kami, para pemain di lapangan, yang merusaknya, dan kami mengambil tanggung jawab atas hal itu. Ini bukan kesalahan pelatih, bukan kesalahan media, bukan kesalahan wasit, bukan pula kesalahan lawan. Ini sepenuhnya kesalahan kami."


Babak mengecewakan lainnya bagi Jerman


Tersingkirnya Jerman kali ini menambah catatan sulit di turnamen besar. Setelah gagal di fase grup pada tahun 2018 dan 2022, kampanye kali ini kembali berakhir jauh dari harapan. Fokus kini akan beralih pada bagaimana Jerman bereaksi setelah satu lagi turnamen mengecewakan. Tantangan bagi Nagelsmann dan skuadnya adalah memperbaiki masalah yang terlihat selama Piala Dunia dan mengembalikan standar yang diharapkan dari salah satu kekuatan tradisional sepak bola internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.