Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh melatih 12 alumni dan mahasiswa menjadi edupreneur melalui Program Pendampingan Kewirausahaan Media Edukatif Komik Kesehatan Reproduksi Remaja.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, di Hotel Rasamala, Seutui, Banda Aceh.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan membuat media edukatif berbasis ilustrasi dan komik.
Media tersebut dirancang sebagai sarana penyampaian informasi kesehatan reproduksi remaja yang kreatif, menarik, dan mudah dipahami.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Bdn Anita SST M.Kes; Bdn Yusnaini SST, M.Kes; Iin Fitraniar SST, MKM; dan Dr Cut Sriyanti SST, M.Keb.
Hadir pula dua narasumber praktisi desain dan media edukasi, yaitu Muhammad Azimi Rohali, S.Ds, dan Muksalmina Shiddiq, S.Ds.
Pada hari pertama, peserta mendapat materi pengenalan ilustrasi, gambar, dan komik. Mereka juga mempelajari konsep shape atau geometry language sebagai dasar membangun bentuk visual dan karakter.
Selain itu, peserta praktik menggunakan aplikasi digital Ibis Paint X untuk membuat ilustrasi dan komik, serta menyusun konsep dan desain karakter.
Hari kedua diisi materi tentang pengertian komik, unsur-unsur komik, dan tahapan pembuatan komik. Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan komik berdasarkan karakter yang telah dirancang.
Melalui praktik itu, peserta dilatih menuangkan ide, pesan edukasi, dan alur cerita ke dalam komik yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Ketua tim pelaksana, Anita mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Jurusan Kebidanan dalam mendorong alumni dan mahasiswa mengembangkan kewirausahaan berbasis keilmuan kebidanan.
Ia menilai pengetahuan kesehatan reproduksi remaja perlu dikemas dalam media yang edukatif dan menarik.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap alumni dan mahasiswa mampu menuangkan pesan-pesan kesehatan reproduksi remaja ke dalam media edukatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"Komik menjadi salah satu pilihan media yang efektif karena memadukan unsur cerita, gambar, dan pesan edukasi, sehingga informasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menarik, dan mudah diterima oleh remaja,” ujar Bdn Anita.
Ia menambahkan, pendampingan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan membuat media edukasi, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan baru di bidang kesehatan.
Dengan kemampuan membuat ilustrasi dan komik edukatif, alumni dan mahasiswa diharapkan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus bernilai ekonomi.
“Kami ingin alumni dan mahasiswa Jurusan Kebidanan tidak hanya mampu memberikan edukasi kesehatan secara langsung, tetapi juga mampu menciptakan produk edukatif yang dapat digunakan lebih luas.
Media komik kesehatan reproduksi remaja ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam promosi kesehatan, sekaligus menjadi peluang edupreneur bagi alumni dan mahasiswa,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan aplikatif. Peserta tampak antusias saat praktik membuat ilustrasi digital, merancang karakter, dan menyusun komik sederhana. Pendekatan praktik langsung diharapkan membantu peserta memahami proses kreatif pembuatan komik mulai dari konsep, karakter, alur cerita, hingga visualisasi pesan kesehatan.
Melalui program ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh menargetkan lahirnya alumni dan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan produktif dalam mengembangkan media edukasi kesehatan. Media komik kesehatan reproduksi remaja juga diharapkan sesuai dengan kebutuhan remaja, nilai budaya lokal, dan perkembangan teknologi digital. (*)