Harga BBM Pertamina di Jateng Rabu 1 Juli 2026, Warga Karanganyar Rela Antre dari Jam 5 Pagi
Ika Putri Bramasti July 01, 2026 07:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Rabu, 1 Juli 2026 pukul 05.00 WIB, Dini (40), warga Ngringo, Karanganyar sudah memarkirkan sepeda motornya di SPBU Palur, Karanganyar, Jawa Tengah.

Ia sengaja datang sebelum fajar dengan harapan bisa mengisi Pertalite lebih cepat dan menghindari antrean panjang.

Harapan itu ternyata tak sepenuhnya terwujud. Meski datang sejak pukul 05.00 WIB, Dini tetap mendapat nomor antrean ke-10.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan yang kerap terjadi sejak harga Pertamax mengalami kenaikan.

"Jam lima pagi saya sudah datang, tapi tetap antre nomor sepuluh. Kalau datangnya lebih siang, antreannya jauh lebih panjang," ujar Dini kepada TribunStyle.com.

Pukul 05.00 WIB, Dini (40), warga Ngringo, Karanganyar sudah memarkirkan sepeda motornya di SPBU Palur, Karanganyar, Jawa Tengah.
Rabu, 1 Juli 2026 pukul 05.00 WIB, Dini (40), warga Ngringo, Karanganyar sudah memarkirkan sepeda motornya di SPBU Palur, Karanganyar, Jawa Tengah. (TribunStyle.com/Ika Bramasti)

Baca juga: Revisi Harga BBM Pertamina Hari Ini, Warga Solo: Gegara Pertamax, Terpaksa Motorku Minum Pertalite

Sebagai pedagang bubur, Dini mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menggunakan Pertalite. 

Setiap hari, sepeda motornya digunakan untuk berbelanja kebutuhan dagangan ke pasar sebelum mulai berjualan.

Menurutnya, beralih ke Pertamax justru akan menambah biaya operasional dan mengurangi keuntungan yang diperoleh dari hasil berdagang.

"Kalau beli Pertamax mahal. Motor ini buat akomodasi belanja ke pasar untuk jualan bubur. Kalau beli Pertamax, nanti saya enggak dapat untung dari jualan," katanya.

Dini mengatakan rela berangkat lebih pagi dan mengurangi waktu istirahat demi memastikan bisa mendapatkan Pertalite.

Baginya, waktu yang terbuang untuk mengantre akan berpengaruh terhadap jam operasional berjualan di pasar.

Ia pun berharap pasokan Pertalite tetap tersedia dan distribusinya lancar agar masyarakat tidak perlu datang sejak dini hari hanya untuk mendapatkan BBM.

"Harapannya Pertalite tetap ada, jangan sampai susah dicari. Kasihan pedagang kecil seperti saya, karena motor dipakai setiap hari buat cari nafkah. Semoga juga antreannya tidak sepanjang sekarang," harapnya.

Fenomena antrean Pertalite di SPBU Palur mulai terlihat sejak Pertamina memberlakukan penyesuaian harga BBM pada 10 Juni 2026.

Di antara seluruh penyedia BBM, Pertamina menjadi salah satu yang melakukan penyesuaian harga cukup signifikan.

Salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah Pertamax, dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Kenaikan harga itu berdampak pada pola konsumsi masyarakat.

Banyak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite karena mempertimbangkan selisih harga yang cukup besar. 

Dampaknya, permintaan Pertalite meningkat sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Palur, menjadi lebih panjang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Update Harga BBM Pertamina di Jateng

PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu (1/7/2026). 

Berdasarkan informasi harga terbaru di laman resmi MyPertamina, penurunan harga BBM terjadi pada tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. 

Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa. 

Pertalite masih dijual Rp 10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp 6.800 per liter.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax masih dipatok Rp 16.250 per liter. 

Sementara itu, harga Pertamax Turbo turun Rp 1.450 menjadi Rp 19.300 per liter dari sebelumnya Rp 20.750 per liter. 

Harga Dexlite juga turun Rp 3.300 menjadi Rp 19.700 per liter dari sebelumnya Rp 23.000 per liter.

Adapun harga Pertamina Dex turun Rp 3.650 menjadi Rp 21.150 per liter dari sebelumnya Rp 24.800 per liter. Di sisi lain, harga Pertamax Green 95 tetap dibanderol Rp 17.000 per liter.

(TribunStyle.com/Ika Bramasti).

Ikuti dan Bergabung di Saluran TribunStyle.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.