Ramai Antrean Tapi Petugas Malah Main Game, Disdukcapil Klaim untuk Mengakali Sistem Log Out
Torik Aqua July 01, 2026 10:30 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan petugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang diduga sedang bermain gim ketika antrean pelayanan masyarakat terlihat ramai.

Unggahan tersebut memunculkan sorotan publik terkait pelayanan administrasi kependudukan.

Menanggapi hal itu, Disdukcapil Kota Semarang memberikan penjelasan bahwa tampilan yang terlihat di layar komputer bukan digunakan untuk bermain.

Melainkan sebagai upaya menjaga sistem layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar tidak otomatis keluar karena pengaturan keamanan perangkat.

Baca juga: Cari Bakat Lokal Asli Gresik, Gresik United Gelar Seleksi Pemain U-23 Lewat Game Internal

Video itu awalnya diunggah akun @dinaskegelapan_kotasemarang. Dalam unggahan yang beredar, menarasikan petugas di layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang diduga sedang bermain gim di tengah ramainya antrean masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.

Tampak dalam unggahan itu, seorang petugas tengah menatap layar laptop dan menjalankan kursor di depannya.

Tak begitu terlihat tampilan layar laptop tersebut.

Sedangkan di sampingnya, tampak layar komputer menyala terang yang diduga merupakan tampilan gim.

Dalam video yang beredar itu, tak terlihat tangan petugas melakukan aktivitas di atas keyboard komputer.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menyebut tampilan gim di layar komputer tersebut bukan digunakan untuk bermain, melainkan sebagai cara agar sistem tidak otomatis keluar (log out) karena fitur keamanan.

DIDUGA MAIN GAME -  Tangkapan layar video yang memperlihatkan dugaan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang bermain game saat jam pelayanan menjadi sorotan di media sosial. Kepala Disdukcapil angkat bicara.
DIDUGA MAIN GAME - Tangkapan layar video yang memperlihatkan dugaan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang bermain game saat jam pelayanan menjadi sorotan di media sosial. Kepala Disdukcapil angkat bicara. (Istimewa/via TribunJateng)

Yudi menjelaskan, petugas yang terlihat dalam video tersebut merupakan anak magang yang bertugas membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), bukan melayani penerbitan dokumen administrasi kependudukan.

"Jadi itu petugas magang yang membantu kita, tapi tugasnya sebenarnya dia untuk aktivasi identitas kependudukan digital. Nah, di aktivasi tugas identitas kependudukan digital itu kan yang mau melakukan aktivasi (adalah) masyarakat, karena bukan untuk pelayanan yang terbitkan dokumen-dokumen, kan bukan," kata Yudi dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, komputer yang digunakan untuk layanan IKD menerapkan standar keamanan informasi sehingga memiliki waktu otomatis keluar dari sistem yang sangat singkat.

"Cuman sesuai dengan standar ISO kita, ISO 27001 yang mau terkait dengan keamanan informasi itu semua komputer kita itu kalau yang di IKD terutama itu time out-nya memang cepat, hanya 30 detik. Kalau tidak digunakan dia akan log out otomatis. Memang itu untuk keamanan," ujarnya.

Yudi mengatakan, karena batas waktu tersebut sangat singkat, anak magang mencari cara agar sistem tetap aktif.

"Nah adik magang itu punya cara. Ben ora log out, ben iso klak klik klak klik 'biar bisa log out, biar bisa meng-klik terus-menerus', itu dibuka halaman apa saja. Nah dia dilalah 'kebetulan' bukanya halaman gim," terangnya.

Ia mengungkapkan, halaman gim tersebut tidak dimainkan, melainkan hanya dibuka agar komputer tetap aktif.

"Gim itu klik klak klik terus, tapi tidak dimainkan sebenarnya. Sehingga ketika ada orang masuk lebih dari 30 detik itu posisi tidak log out, dia enggak mau login lagi, login lagi, login lagi itu. Itu hanya 30 detik," tuturnya.

Yudi juga menyebut komputer yang terlihat bukan merupakan komputer pelayanan utama yang melayani antrean masyarakat untuk pengurusan dokumen kependudukan.

"Bukan, bukan. Itu yang untuk IKD, yang IKD Corner itu yang memang pemohonnya enggak semua orang mau aktivasi itu," katanya.

Ia menjelaskan, pelayanan administrasi kependudukan lainnya berbeda karena sebagian besar proses sudah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

"Kalau yang untuk pengajuan permohonan akta, surat pindah, untuk perubahan biodata, terus dokumen lain itu kan masyarakat sudah mandiri nginputnya pakai komputer yang ada di Dukcapil mandiri. Yang dilayani petugas itu kan hal-hal yang kehilangan, kerusakan, ya seperti itu," jelasnya.

Terkait munculnya persepsi negatif akibat tampilan gim di layar komputer, Yudi mengaku pihaknya akan melakukan penyesuaian agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

"Iya, nanti. Tadi sudah dicari cara. Jadi nanti worksheet-nya itu dibuka dengan menggunakan satu dokumen yang bergerak terus. Dokumen ya tadi kesannya bukan orang main game tapi orang menghadapi dokumen," katanya.

Ia menyatakan, fungsi tampilan tersebut tetap sama, yakni menjaga sistem agar tidak otomatis keluar.

"Jadi dibuatkan oleh teman-teman petugas yang pegawai itu. Dia yang terbuka nanti dokumen, bukan gim, tapi fungsinya hampir sama," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.