Viral Keluhan Seragam Maung Rp2,25 Juta, Ini Penjelasan SMKN 3 Bogor
Erik S July 01, 2026 10:33 AM

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR–  Sejumlah orangtua siswa mengeluhkan biaya Rp2,25 juta yang harus dibayarkan untuk biaya seragam dan kegiatan di Sekolah Maung di SMKN 3 Kota Bogor, Jawa Barat.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari biaya seragam yang disebut 'Sekolah Maung' sebesar Rp750 ribu dan biaya kegiatan Gapura Panca Waluya ke Kuningan sebesar Rp1,5 juta.

Kepala Tata Usaha SMKN 3 Kota Bogor, David Faizal memberikan penjelasan bahwa istilah seragam 'Maung' yang ramai di media sosial sebenarnya keliru.

"Yang perlu diklarifikasi tidak ada seragam Maung. Yang ada konsep seragam Taruna," kata David saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (30/6/2026).

David menjelaskan bahwa rencana pengadaan baju Taruna ini sebenarnya sudah dibahas dalam rapat bersama orangtua murid kelas X dan XI (yang saat ini naik ke kelas XI dan XII) pada 17-18 Juni 2026.

Rapat itu digelar untuk evaluasi pembelajaran dan pemaparan program, termasuk status SMKN 3 Kota Bogor yang ditunjuk sebagai Sekolah Maung gagasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Dalam rapat tersebut, seragam Taruna disosialisasikan dengan harga Rp700 ribu.

Anggaran itu sudah mencakup paket lengkap dari baju, celana, ikat pinggang, emblem, topi, hingga sepatu.

David pun menggarisbawahi bahwa pengadaan seragam ini sifatnya tidak wajib dan bertujuan untuk melatih kedisiplinan serta etika siswa.

Baca juga: SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Wajib Tahu Syarat Umum dan Khusus Sebelum Daftar

Lebih lanjut, David mengungkap fakta mengejutkan mengenai dalang di balik viralnya protes biaya seragam dan kegiatan ini.

Pihak sekolah mencatat bahwa keluhan justru datang dari wali murid yang absen dalam pertemuan resmi.

Ia menyayangkan isu ini malah bergejolak di media sosial, padahal pihak sekolah sendiri belum mengadakan rapat dengan orang tua murid baru (kelas X) tahun ajaran ini terkait program tersebut.

“Tapi malah bergejolak. Dan ketika dilacak, dari yang bergejolak itu ternyata orang tua yang meramaikan di medsos mereka yang tidak datang saat rapat,” pungkas David.

Apa Itu Sekolah Maung?

Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi jalur pendidikan khusus di tingkat SMA dan SMK yang dirancang untuk menjaring siswa dengan kemampuan maupun prestasi akademik dan non akademik.

Terdapat 41 sekolah yang masuk dalam program tersebut, terdiri dari 28 SMA negeri dan 13 SMK yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, hingga Cirebon.

Dedi Mulyadi menyampaikan, pada dasarnya Sekolah Maung merupakan perubahan dari sekolah favorit yang ada di kota/kabupaten.

“Sekolah Maung itu adalah perubahan dari sekolah favorit zaman dulu, misalnya ada di satu kabupaten/kota biasanya ada SMA yang jadi sekolah favorit siswa, dimana penerimaan NEM-nya tertinggi. Hari ini, kebutuhan untuk membangun kembali sekolah dengan kualifikasi tertentu untuk anak-anak yang punya prestasi akademik dan non akademik,” ujar Dedi Mulyadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.