Contoh Format Asesmen Diagnostik Awal Kurikulum Merdeka untuk Guru SD, SMP Hingga SMA
Siti Umnah July 01, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM - Memasuki tanggal 1 Juli 2026, kesibukan di lingkungan satuan pendidikan mulai bergeser.

Para guru, kepala sekolah, dan tim kurikulum kini resmi memulai Rapat Kerja (Raker) serta mempersiapkan dokumen perangkat ajar jelang Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 pada pertengahan Juli mendatang.

Salah satu tahapan paling krusial yang wajib disiapkan oleh guru dalam Kurikulum Merdeka sebelum memulai materi bab pertama adalah menyusun Asesmen Diagnostik atau Asesmen Awal Pembelajaran.

Baca juga: Contoh Pembagian Jam dan Jadwal Pelajaran SD, SMP, SMA Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027

Sesuai dengan panduan pembelajaran dari Kemendikbudristek, pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka harus berpusat pada siswa (Student-Centered).

Guru tidak boleh langsung "tancap gas" mengajar tanpa mengetahui peta kemampuan dasar, gaya belajar, hingga kondisi psikologis siswa barunya. Di sinilah Asesmen Diagnostik memegang peranan kunci.

Bagi Bapak/Ibu Guru yang sedang mencari referensi praktis, berikut adalah kupasan tuntas beserta contoh format instrumen Asesmen Diagnostik Awal (Kognitif dan Non-Kognitif) yang siap dimodifikasi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Memahami Dua Jenis Asesmen Diagnostik Awal

Asesmen awal ini idealnya dilakukan pada minggu pertama masuk sekolah (bisa disisipkan setelah masa MPLS selesai) dan dibagi menjadi dua kategori utama:

  1. Asesmen Non-Kognitif: Bertujuan untuk memetakan kondisi kesejahteraan psikologis, emosi, gaya belajar (visual/auditori/kinestetik), serta latar belakang kondisi keluarga siswa.
  2. Asesmen Kognitif: Bertujuan untuk menguji kemampuan dasar siswa pada prasyarat materi pelajaran sebelum masuk ke materi baru, sehingga guru tahu siapa saja siswa yang butuh pendampingan ekstra (intervensi).

1. Contoh Format & Draf Pertanyaan Asesmen Non-Kognitif

(Metode: Bisa menggunakan angket pilihan ganda, lembar gambar emotikon, atau wawancara santai)

LEMBAR PROFIL GAYA BELAJAR DAN EMOSI SISWA

Nama Siswa: .......................................................
Kelas/Jenjang: .......................................................

A. Kondisi Emosi & Psikologis (Berikan tanda silang pada gambar emotikon yang paling mewakili perasaanmu)

  1. Bagaimana perasaanmu saat bersiap kembali ke sekolah setelah libur panjang?
    (Sediakan pilihan gambar wajah: Gembira, Cemas, Biasa Saja, Malas)
  2. Apa hal yang paling kamu khawatirkan atau takuti saat mulai belajar di kelas baru ini?
    (Jawaban terbuka / isian singkat)

B. Pemetaan Gaya Belajar (Pilihlah satu jawaban yang paling mencerminkan dirimu)

  1. Ketika guru menjelaskan materi pelajaran baru di kelas, kamu lebih mudah paham jika:
  • a) Guru menulis di papan tulis atau memperlihatkan gambar/video (Visual)
  • b) Guru menjelaskan lewat suara dan berdiskusi kelompok (Auditori)
  • c) Guru mengajak langsung memegang benda atau melakukan praktik (Kinestetik)

2. Saat kamu belajar di rumah atau mengulang pelajaran, kondisi lingkungan seperti apa yang paling kamu sukai?

  • a) Ruangan yang tenang, rapi, dan bersih
  • b) Sambil mendengarkan musik atau suasana yang ramai suara
  • c) Sambil menggerakkan kaki/tangan, atau belajar di luar ruangan

C. Ketersediaan Fasilitas Belajar di Rumah

Apakah kamu memiliki gawai (HP/Laptop) sendiri untuk menunjang belajar mandiri? (Ya / Tidak)

Siapa anggota keluarga di rumah yang paling sering mendampingimu saat belajar atau mengerjakan tugas? (Ayah / Ibu / Kakak / Tidak Ada)

2. Contoh Format Asesmen Kognitif Dasar (Literasi & Numerasi)

(Metode: Berikan 5-10 soal pendek mengenai materi prasyarat dari jenjang kelas sebelumnya)

Berikut adalah contoh adaptasi soal kognitif awal berdasarkan jenjang:

A. Jenjang SD (Fase A - Kelas 1 atau Kelas 2 Dasar)

  • Fokus Soal: Kemandirian membaca suku kata dan penjumlahan sederhana.
  • Contoh Soal 1 (Literasi): Perhatikan gambar di papan tulis, susunlah huruf "b - u - k - u" menjadi kata yang benar!
  • Contoh Soal 2 (Numerasi): Kakak memiliki 5 buah apel, lalu Ibu memberikan lagi 3 buah apel. Berapa jumlah apel Kakak sekarang?

B. Jenjang SMP (Fase D - Kelas 7 Baru)

  • Fokus Soal: Pemahaman membaca teks informasi dan operasi bilangan bulat/pecahan.
  • Contoh Soal 1 (Literasi): Disajikan satu paragraf pendek tentang pelestarian lingkungan. Siswa diminta menuliskan ide pokok paragraf tersebut secara mandiri.
  • Contoh Soal 2 (Numerasi): Hitunglah hasil dari operasi hitung campuran berikut: 15 + (-3) X 4 = ...

C. Jenjang SMA (Fase E - Kelas 10 Baru)

  • Fokus Soal: Kemampuan analisis grafik/tabel dan penalaran logika matematis dasar.
  • Contoh Soal 1 (Literasi): Disajikan sebuah grafik infografis mengenai tren penggunaan media sosial. Siswa diminta menarik satu kesimpulan berdasarkan data grafik tersebut.
  • Contoh Soal 2 (Numerasi): Sebuah toko baju memberikan diskon sebesar 20 persen. Jika harga awal baju adalah Rp 150.000, berapakah harga baju tersebut setelah dipotong diskon?

Langkah Tindak Lanjut Setelah Guru Mendapat Data Asesmen

Setelah lembar jawaban siswa dikumpulkan, guru tidak perlu memasukkan nilai tersebut ke dalam buku rapor, karena asesmen ini bertujuan murni sebagai instrumen diagnosis. Guru disarankan membagi siswa ke dalam 3 kelompok belajar di kelas:

  1. Kelompok 1 (Paham Utuh): Siswa yang nilai kognitif awalnya sempurna. Mereka bisa diberikan tantangan materi pengayaan atau dijadikan tutor sebaya.
  2. Kelompok 2 (Paham Sebagian): Siswa yang sudah menguasai sebagian besar kompetensi dasar. Mereka diajar dengan metode reguler di kelas.
  3. Kelompok 3 (Belum Paham): Siswa yang tertinggal jauh di materi prasyarat. Guru wajib memberikan pendampingan khusus atau jam tambahan secara afektif agar mereka tidak semakin tertinggal.***
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.