Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Mahfud MD Desak Usut: Militer Digunakan Kalau Perang
ninda iswara July 01, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyoroti kabar meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Peristiwa tersebut memunculkan perhatian publik terhadap pelaksanaan program pelatihan bagi calon pengelola Kopdes.

Mahfud menilai insiden itu menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi penyelenggaraan Latsarmil.

Menurutnya, pelatihan tersebut sebaiknya tidak lagi dilanjutkan dalam bentuk yang sekarang.

Ia berpandangan bahwa konsep pembinaan bagi calon manajer Kopdes perlu disusun ulang agar lebih sesuai dengan kebutuhan tugas mereka.

Mahfud juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tidak harus mengadopsi pola pelatihan militer.

Baginya, karakter pekerjaan seorang manajer koperasi berbeda dengan tugas yang dijalankan personel militer.

Baca juga: Calon Manajer Kopdes Dilarikan ke IGD, Pusing Berputar, Lanjut Ikut Latsarmil Lagi Sepulang dari RS

Karena itu, metode pelatihan dinilai perlu lebih relevan dengan fungsi pengelolaan koperasi dan pemberdayaan masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain program tersebut.

Perubahan konsep pelatihan dianggap penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Mahfud menilai keselamatan peserta harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kegiatan pelatihan.

Menurutnya, orientasi pelatihan juga perlu disesuaikan dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan calon manajer.

"Iya. pertama menurut saya itu ya dihentikan dulu (Latsarmil), atau acaranya dimodifikasi jangan ke cara militer."

"Karena apa? Cara militer itu hanya digunakan orang kalau ada perang, itu namanya wajib militer,"

kata Mahfud MD dalam tayangan Podcast 'Terus Terang' di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (30/6/2026).

Ganti Latsarmil dengan Bela Negara

Mahfud mengatakan, pelatihan untuk manajer Kopdes ini seharusnya menggunakan istilah 'bela negara' bukan pelatihan militer.

Bela negara adalah sikap, tekad, dan tindakan warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Tujuannya adalah menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dari berbagai ancaman. Kewajiban ini diamanatkan langsung dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945.

"Jadi ada istilah bela negara di Undang-Undang Dasar. Nah, bela negara itu nanti ada wajib militer, ada Komcad, komando cadangan. Ya terus ada yang disebut di bela negara, itu ya orang-orang yang bekerja menurut bidangnya masing-masing tidak harus militer."

"Nah bela negara itu psikologis, bukan tindakan militer. Bela negara itu orang menggunakan keahliannya untuk menjaga agar negara ini menjadi lebih baik. Itu namanya bela negara."

"Anda sebagai ekonom membela negara itu bagaimana membuat perekonomian baik. Anda sebagai manajer koperasi bagaimana menjadi manajer yang baik? Tidak harus jadi militer. Maknanya luas begitu ya," jelas Mahfud.

Desak Usut Tuntas Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes

Tak hanya butuh mengganti sistem pelatihan calon manajer Kopdes saja, Mahfud juga menilai meninggalnya lima calon manajer Kopdes ini harus diusut. 

Karena jumlah korban yang meninggal dalam Latsarmil ini ada lima orang, sehingga menurut Mahfud hal ini tidak bisa disebut lagi sebagai insiden.

Sehingga Mahfud mendesak Latsarmil untuk calon manajer Kopdes ini harus segera dihentikan.

"Lalu yang penting juga ini harus diusut, jangan hanya karena terlanjur keluar uang sekian, Rp 1 triliun lebih misalnya, satu kepala sekian puluh juta biayanya untuk sekian hari gitu. Lalu ini mau diterus-teruskan."

"Sementara ada lima nyawa (meninggal). Kalau satu nyawa itu insiden mungkin ya. Mungkin yang bersangkutan secara fisik namanya syarat atau ini sampai lima di program yang sama mestinya segera dihentikan."

"Usut bagaimana dulu merencanakan ini, bagaimana kesiapan fisik masing-masing, bagaimana materinya sesuai enggak dengan apa yang dilakukan di lapangan," jelas Mahfud.

Baca juga: 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Julius Ibrani Desak Hentikan Latsarmil, Alasan Istana Lanjutkan

PANDANGAN MAHFUD MD - Mahfud MD desak usut tuntas meninggalnya 5 calon manajer Kopdes Merah Putih
PANDANGAN MAHFUD MD - Mahfud MD desak usut tuntas meninggalnya 5 calon manajer Kopdes Merah Putih (Youtube/Mahfud MD Official)

Pemerintah Kurangi Porsi Latihan Militer bagi Calon Manajer Kopdes

Pemerintah melakukan evaluasi bersama terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Evaluasi itu dilakukan setelah lima orang calon manajer KDKMP yang meninggal dunia di tengah Latsarmil.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan salah satu hasil evaluasi bersama terhadap pelaksanaan program adalah adanya penyesuaian terminologi dan pendekatan kegiatan. 

"Kegiatan ini tidak lagi ditekankan sebagai Latsarmil, melainkan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial bagi calon pengelola KDKMP/KNMP," kata Rico saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin (29/6/2026).

Penyesuaian itu, kata dia, dilakukan untuk memperjelas bahwa tujuan kegiatan bukan membentuk peserta menjadi prajurit atau Komponen Cadangan.

Melainkan, lanjut dia, membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

"Sejalan dengan itu, materi yang bersifat teknis dan taktis militer juga dikurangi, termasuk kegiatan seperti menembak dan bentuk latihan lain yang tidak relevan langsung dengan kebutuhan calon manajer koperasi."

"Intensitas kegiatan fisik juga disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil, dengan memperkuat aspek kesehatan, pengawasan, dan keselamatan peserta," lanjut Rico.

Sehingga, kata dia, esensi dari pembinaan tetap pada bela negara, disiplin, karakter, dan kepemimpinan.

Selain itu, lanjutnya, metode pelaksanaannya juga dibuat lebih adaptif.

"Jadi esensi pembinaan tetap dijaga, yaitu bela negara, disiplin, karakter, dan kepemimpinan, tetapi metode pelaksanaannya dibuat lebih adaptif, edukatif, dan sesuai dengan tujuan program," kata dia.

Rico juga menjelaskan terkait porsi materi dari kementerian teknis terkait, kewenangannya ada pada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Panselnas, kata dia, berwenang untuk mengatur komposisi dan penyesuaian jadwal program secara keseluruhan.

"Kemhan pada prinsipnya menyesuaikan dengan arahan dan keputusan Panselnas. Adapun bagian yang menjadi dukungan Kemhan difokuskan pada pembekalan bela negara, pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan penguatan manajerial sesuai hasil evaluasi terbaru," pungkasnya.

5 Calon Manajer KDKMP Meninggal saat Latsarmil

Hingga kini, tercatat total ada lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal dunia saat melakukan Latsarmil.

Pertama, almarhumah Anisa Muyassaroh yang mengalami heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

Kedua, almarhum Yonanda Muhammad Taufiq mengalami cardiac arrest atau henti jantung saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Ketiga, almarhumah Novia Rahmadhani Sihotang mengalami gangguan kesehatan sesak napas saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Keempat, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang sempat mengalami sesak napas saat sedang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.

Kelima, Nola Dya Sari mengalami henti jantung saat mengikuti pendidikan di Dodik Bela Negara Kalimantan.

Kelimanya sempat mendapatkan penanganan medis, namun nahas, nyawa mereka tidak tertolong.

(TribunTrends/Tribunnews/Faryyanida Putwiliani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.