TRIBUNSTYLE.COM - Liburan sekolah menjadi momen yang tepat untuk mengeksplorasi berbagai destinasi menarik di Solo. Jika bosan mengunjungi tempat wisata yang itu-itu saja, Lokananta Bloc bisa menjadi pilihan yang layak masuk daftar kunjungan.
Tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda karena memadukan wisata sejarah, edukasi, seni, hingga ruang kreatif modern dalam satu kawasan. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati suasana yang estetik, tetapi juga mengenal perjalanan panjang industri musik Indonesia.
Baca juga: Liburan Sekolah di Solo Makin Seru, Masuk ke Dunia Ghibli Lewat Hidden Gem Nanairo Space
Lokananta sendiri dikenal sebagai perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1956. Setelah direvitalisasi menjadi Lokananta Bloc, kawasan ini berkembang menjadi ruang publik kreatif yang ramai dikunjungi wisatawan, komunitas seni, hingga anak muda yang ingin bersantai.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Museum Lokananta. Pengunjung yang ingin menjelajahi museum memiliki dua pilihan sesi, yakni mengikuti tur bersama pemandu (tour guide) agar mendapatkan penjelasan lebih mendalam, atau memilih sesi walk-in untuk menikmati koleksi secara mandiri dengan ritme yang lebih santai.
Di dalam museum, pengunjung akan disambut deretan mesin pemutar dan perekam audio lawas yang masih terawat dengan baik. Berbagai koleksi tersebut menjadi saksi perkembangan industri rekaman Indonesia dari masa ke masa.
Tak hanya itu, museum ini juga menyimpan ribuan koleksi piringan hitam (vinyl), kaset pita master, hingga arsip suara bersejarah yang pernah diproduksi Lokananta.
Baca juga: Gang Kecil, Foto Kece! Kampung Batik Kauman Jadi Ide Liburan Sekolah Seru Sambil Belajar Membatik
Sejumlah karya musisi legendaris Indonesia seperti Gesang, Waldjinah, dan Bing Slamet juga menjadi bagian dari koleksi berharga yang dapat disaksikan langsung oleh pengunjung.
Bahkan, salah satu koleksi paling ikonik di museum ini adalah dokumentasi suara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Presiden Soekarno. Koleksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta sejarah maupun musik.
Selain koleksi audio, pengunjung juga dapat melihat berbagai peralatan produksi musik klasik, mulai dari mesin pemotong piringan hitam, mesin pengganda kaset, hingga konsol pencampur suara (mixing console) yang dahulu digunakan dalam proses rekaman.
Setelah puas menjelajahi museum, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke area Lokananta Bloc yang terbuka untuk umum. Kawasan ini menghadirkan suasana yang jauh berbeda dengan museum karena dipenuhi ruang kreatif, area bersantai, dan berbagai tenant kuliner.
Berbagai gerai makanan dan minuman tersedia untuk menemani waktu bersantai. Selain itu, terdapat toko yang menjual piringan hitam, kaset, hingga berbagai suvenir bertema musik yang menarik untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Suasana kawasan ini juga semakin hidup berkat keberadaan ruang terbuka yang sering dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul komunitas kreatif. Tidak jarang pengunjung menemukan pameran seni, bazar, hingga berbagai kegiatan kreatif yang digelar secara berkala.
Bagi pencinta musik, Lokananta Bloc memiliki fasilitas Lokananta Amphitheater dan Live House yang kerap menjadi lokasi pertunjukan musik, konser, hingga festival seni.
Kehadiran panggung ini membuat kawasan Lokananta tidak hanya menjadi tempat mengenang sejarah, tetapi juga ruang yang terus menghidupkan perkembangan musik Indonesia.
Studio rekaman legendaris Lokananta pun kini telah dimodernisasi sehingga masih digunakan sebagai tempat produksi karya-karya musisi masa kini. Hal ini menjadi bukti bahwa kawasan ini tetap relevan sebagai pusat kreativitas, sekaligus menjaga warisan musik nasional.
Selain nilai sejarahnya, Lokananta Bloc juga menawarkan banyak sudut bangunan bergaya industrial yang estetik. Perpaduan arsitektur lama dengan sentuhan modern membuat kawasan ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto.
Lokananta Bloc berada di Jl. Ahmad Yani No. 379, Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, tidak jauh dari Stasiun Purwosari sehingga mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Area Bloc umumnya buka setiap hari dari pagi hingga malam. Sementara itu, Museum Lokananta memiliki jam operasional dan ketentuan tiket tersendiri, terutama bagi pengunjung yang ingin mengikuti sesi tur bersama pemandu.
Bagi yang sedang menghabiskan liburan sekolah di Solo, Lokananta Bloc menawarkan pengalaman yang lengkap. Dalam satu kunjungan, wisatawan dapat belajar sejarah musik Indonesia, melihat koleksi berharga yang sulit ditemukan di tempat lain, menikmati kuliner, hingga bersantai di ruang kreatif yang penuh atmosfer seni.
Destinasi ini menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin mengisi liburan dengan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menambah wawasan.
(TribunTravel.com/TribunStyle.com/Farah Aulya)