Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - DPD Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NT) irit berbicara terkait kadernya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang tersangkut dugaan intimidasi terhadap dr. Icha Pakaenoni yang berujung meninggal dunia.
Golkar NTT telah melakukan klarifikasi dari anggotanya, Therensius Lazakar. Walau begitu, Golkar NTT enggan membuka apa saja yang dikonfrontasi ke kadernya.
"Ya sudah ada klarifikasi. Tapi saya harus laporkan dulu ke DPP," kata Ketua DPD Golkar NTT, Alain Niti Susanto, Rabu (1/7/2026).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten TTU, Kristoforus Efi, menyebut partainya sudah mengambil sikap terkait dugaan intimidasi kepada dokter Icha yang dilakukan salah satu kadernya.
Sikap Partai Golkar tersebut disampaikan langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar yang meminta DPD I Partai Golkar NTT untuk meminta yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
"Setelah itu, DPD Partai Golkar NTT akan mengambil kesimpulan atau keputusan seperti apa nanti selanjutnya baru kami kabupaten menunggu petunjuk instruksi dari provinsi," ujarnya, Selasa, (30/6/2026).
Baca juga: Tangis Orang Tua Almarhumah dr. Icha Pecah, Kenangan Peluk dan Cium Sang Putri Kini Tinggal Rindu
Ketua DPW PKB NTT Alo Malo Ladi menanggapi dugaan keterlibatan salah satu anggotanya, Nurbertus Tubani, yang merupakan legislatif di DPRD TTU. Ia menyebut ada mekanisme yang diatur dalam lembaga DPRD.
"Kami juga menghormati segala proses yang talah atau akan ditempuh oleh aparat penegak hukum atau lainnya dalam kasus yang menimpa ibu dokter almarhumah ini. Kami tentu sangat berempati untuk ibu dokter dan keluarga," kata Alo, Senin (29/6/2026).
Anggota DPRD NTT itu berkata, semua proses yang dilakukan oleh Kepolisian bisa dibuka ke publik agar menjadi transparan. Hal itu agar bisa diikuti oleh publik. DPW PKB NTT, kata dia, akan menunggu keputusan dari APH maupun lembaga DPRD TTU.
Ia memahami langkah hukum yang hendak dilakukan keluarga. Alo sendiri mengaku secara internal pihaknya telah dilakukan. Namun, Alo enggan menyampaikan informasi apa saja yang dikumpulkan internal PKB NTT dari salah satu kadernya itu.
"Kami meminta informasi sedetail mungkin, terbuka, transparan dan tidak usah menutupi apapun. Sehingga kami bisa mengikuti," katanya.
Diketahui, selain kader Golkar dan PKB, satu anggota DPRD TTU lainnya berasal dari PDI Perjuangan, Veronika Lake. Kader PDI Perjuangan ini telah dinonaktifkan dari aktivitas kepartaian dan legislatif. (fan)