Mahasiswa Asal Kampar Menghilang Sejak 16 Tahun Lalu, Hingga Kini Keberadaanya Masih Misterius
Hari Susmayanti July 01, 2026 03:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KAMPAR - Mahasiswi Universitas Islam Riau bernama Siti Aminah menghilang sejak Desember 2010 silam.

Selama 16 tahun, mahasiswi yang kini berusia 39 tahun itu tidak pernah pulang kembali ke rumahnya di Desa Ranah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Upaya pihak keluarga untuk mencari tahun keberadaan sang anak tidak pernah membuahkan hasil.

Orang tua mahasiswi yang biasa disapa Mina itu hanya mengetaui bahwa sang anak sebelum menghilang tanpa jejak, dijemput oleh seorang pria.

Sejak saat itu Mina tidak pernah bisa dihubungi oleh pihak keluarga.

Upaya keluarga melaporkan orang hilang ke kepolisian pun belum membuahkan hasil.

Meski sudah 16 tahun tanpa kabar, pihak keluarga berharap sang anak bisa kembali pulang ke pangkuan keluarga.

Dikutip dari Kompas.com, adik sepupu Mina, Meri Mardhotillah mengatakan saat menghilang dan putus komunikasi dengan keluarga, status sepupunya masih mahasiswa aktif di Universitas Islam Riau.

Saat itu Mina masih aktif berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Baca juga: Sekda DIY Pastikan Sri Sultan HB X Sehat dan Kembali Aktif Berkantor Besok

Bahkan keluarga mengetahui tempat kos Mina saat menempuh pendidikan tinggi, yakni di belakang kawasan kampus UIR.

Namun komunikasi dengan Mina terputus setelah dia dijemput oleh seorang pria yang tidak dikenal oleh keluarga.

"Kami tidak kenal dengan orang itu," katanya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Meri, terakhir kali sebelum menghilang, Mina hanya sempat berpamitkan kepada adiknya bahwa dirinya akan pergi bersama dengan seorang temannya.

Sejak saat itu, tidak ada lagi komunikasi antara Mina dengan keluarga.

Menghilangnya Mina membuat keluarga khawatir hingga akhirnya mencari keberadaanya ke sejumlah lokasi.

Setiap informasi yang diterima pun selalu ditindaklanjuti, namun Mina tidak pernah ketemu.

Menurut Meri, pihak keluarga juga sudah membuat laporan ke kepolisian. Namun hingga saat ini Mina belum juga ditemukan.

Meri menyebut, sebelum menghilang, Mina tidak sedang memiliki persoalan dengan keluarga. 

Mina dengan keluarganya disebut baik-baik saja.

Karena itu, keluarga tidak mengetahui alasan pasti mengapa Mina pergi dan tidak kembali.

Kondisi tersebut membuat keluarga terus bertanya-tanya.

Selama hampir 16 tahun, mereka menunggu kabar dari Mina sambil terus berharap ia bisa pulang.

Ayah Mina, Abdurrahman, bersama anggota keluarga lainnya masih berharap Mina dapat ditemukan. 

Di tengah pencarian panjang tersebut, keluarga kini membawa kabar duka yang ingin disampaikan langsung kepada Mina.

Ibunda Mina, Rumana, telah meninggal dunia pada 18 Juni 2026.

Meri mengatakan, keluarga sangat ingin menyampaikan kabar tersebut kepada Mina apabila ia masih hidup dan berada di suatu tempat.

 "Kami ingin menyampaikan ke beliau bahwa ibunya telah meninggal dunia," tuturnya.

Kabar meninggalnya sang ibu membuat keluarga semakin berharap keberadaan Mina segera diketahui.

Keluarga meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan Mina untuk memberikan informasi. 

Mereka juga berharap, jika Mina masih bersama laki-laki yang dulu membawanya pergi, perempuan itu dapat diantar pulang ke rumah orang tuanya.

Bagi keluarga, kepulangan Mina menjadi harapan besar setelah hampir 16 tahun tanpa kabar. 

Meri mengatakan, keluarga tidak berhenti berharap agar Mina masih hidup, sehat, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Kampar. 

Pencarian panjang itu kini kembali disuarakan melalui media sosial dengan harapan ada pihak yang mengenali Mina atau mengetahui keberadaannya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.