TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Proklamasi 45 (UP 45) Yogyakarta resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk masa bakti 2026-2030.
Dr. Benedictus Renny See, S.H., S.E., M.H., kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Rektor UP 45 dalam upacara pelantikan yang digelar Rabu (1/7/26).
Prosesi tersebut, menandai dimulainya periode kedua kepemimpinan Dr. Benedictus setelah melewati serangkaian proses seleksi ketat sejak April lalu.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UP 45, Dr. Nur Alam, S.E., M.Si., mengungkapkan, sebelum ditetapkan oleh yayasan pada 18 Juni 2026, panitia menjaring beberapa bakal calon.
Seleksi lantas mengerucut pada tiga kandidat yang mengikuti pemaparan visi-misi pada Mei silam, hingga akhirnya menetapkan Dr. Benedictus sebagai rektor terpilih.
Selain melantik Rektor, dalam kesempatan tersebut turut dilantik jajaran pejabat struktural baru UP 45, di antaranya Dr. Andria Ristianto (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).
Kemudian, Aisyah Indah Irmaya, S.T., M.T. (Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama), Andri Prasetyo Nugroho, S.Si., M.Sc. (Kepala Badan Penjaminan Mutu), dan Dr. Nur Alam, yang kini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana.
Dalam sambutan pertamanya sebagai rektor periode 2026-2030, Dr. Benedictus Renny See menegaskan komitmennya untuk membawa kampus menuju level lebih tinggi.
Dengan memiliki lebih dari 2.800 mahasiswa aktif, pihaknya pun berani mencanangkan visi besar berupa raihan akreditasi unggul secara institusi.
"Tantangan pendidikan tinggi hari ini tidak lagi sama dengan lima tahun lalu. Persaingan global, transformasi digital, dan tuntutan mutu masyarakat menuntut kita bergerak lebih cepat. Visi kita 2026-2030 adalah menjadikan Universitas Proklamasi 45 meraih akreditasi unggul," tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Benedictus membeberkan tiga strategi utama yang akan digenjot, yakni penguatan mutu akademik dan tata kelola, peningkatan riset, inovasi, serta kemitraan internasional, serta transformasi digital secara menyeluruh.
Ia mengibaratkan periode kepemimpinannya kali ini sebagai masa 'lompatan mutu', bukan hanya mengejar nilai akreditasi, tetapi bagaimana membangun UP 45 yang benar-benar unggul terkait lulusan, relevansi riset, dan dampak bagi masyarakat.
Tapi, kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Keberhasilan akreditasi unggul adalah kerja kolektif seluruh sivitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan terlebih adalah dukungan penuh dari yayasan," terangnya.
Visi ambisius ini mendapat respons positif sekaligus tantangan menarik dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Prof. Dr. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D.
Sembari berkelakar, Setyabudi menantang jajaran manajemen baru UP 45 untuk meraih predikat unggul tersebut lebih cepat dari target semula.
"Saya tadi agak kaget, visinya 2030 menjadi unggul. Luar biasa. Tapi kalau boleh saya tawar, seperti menawar di Malioboro, agak cepat dikit lah, kalau bisa tahun 2028," ungkapnya, disambut tawa para hadirin.
Dengan pelantikan rektor dan wakil rektor UP 45, pihaknya sangat berharap akan menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan di zaman yang terus berkembang.
Ia mengingatkan, dinamika dunia pendidikan tinggi ke depan memerlukan sosok pemimpin yang adaptif, berani melakukan penyesuaian strategi, dan siap berkorban waktu demi organisasi.
"Tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan tidak semakin mudah. Dinamika global, perkembangan teknologi, serta tuntutan pemenuhan mutu menuntut institusi perguruan tinggi untuk bergerak lebih cepat, adaptif, dan inovatif," pungkasnya. (aka)