Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris
TRIBUN-PAPUA.COM. SARMI - Di tengah bentangan Samudra Pasifik, Pulau Liki dan Pulau Armo berdiri sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bagian utara Papua.
Jarak yang jauh dari pusat pemerintahan tak pernah menjadi alasan bagi personel Polri untuk surut dalam mengabdi.
Di wilayah inilah Kapolsubsektor Pulau Liki, Ipda Obet May membuktikan bahwa pengabdian Polri tidak mengenal jarak.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kehadiran negara dapat dirasakan hingga pelosok dan pulau-pulau terluar Indonesia.
Baca juga: 53 Personel Polres Jayapura Naik Pangkat, Kapolres Beri Pesan untuk Tingkatkan Profesionalisme
Semangat itulah yang terus dipegang Ipda Obet May bersama personelnya dalam menjalankan tugas di Pulau Liki dan Pulau Armo.
Saat ditemui awak media di Sarmi, Rabu (1/7/2026), Ipda Obet May menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Baginya, setiap warga negara berhak memperoleh rasa aman, perlindungan, dan pelayanan yang sama, tanpa memandang letak geografis maupun keterbatasan wilayah.
"Dedikasi dan loyalitas kami kepada warga masyarakat Kampung Pulau Liki dan Kampung Pulau Armo menjadi cerminan nyata tugas dan pengabdian kami. Kami akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Ipda Obet May.
Pulau Liki dan Pulau Armo memiliki tantangan tersendiri. Akses transportasi yang bergantung pada jalur laut, kondisi cuaca yang kerap berubah, serta keterbatasan sarana tidak menyurutkan langkah personel Pos Polisi Pulau Liki untuk tetap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurut Ipda Obet May, menjaga keamanan di wilayah terluar bukan sekadar menjalankan fungsi kepolisian, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.
Baca juga: 59 Personel Polda Papua Tengah Naik Pangkat, Kapolda Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Pendampingan kepada anak-anak sekolah, penyuluhan hukum, patroli pesisir, hingga membantu warga dalam kondisi darurat di laut menjadi bagian dari pengabdian yang dilakukan setiap hari.
Mengusung semangat HUT Bhayangkara ke-80, Ipda Obet May menilai bahwa nilai-nilai Presisi harus diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baginya, Polri harus selalu hadir sebagai solusi atas setiap persoalan yang dihadapi warga, termasuk di wilayah perbatasan dan kepulauan terluar.
Kedekatan Ipda Obet May dengan masyarakat juga menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga stabilitas keamanan di Pulau Liki dan Pulau Armo.
Hubungan yang hangat dengan tokoh masyarakat, nelayan, hingga anak-anak sekolah telah membangun rasa saling percaya yang menjadi modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Di usia Polri yang ke-80, Ipda Obet May menegaskan tekadnya untuk terus mengabdi di ujung timur Indonesia.
Baginya, pengabdian sejati bukan diukur dari mudah atau sulitnya medan tugas, melainkan dari ketulusan dalam melayani masyarakat.
Dari Pulau Liki dan Pulau Armo, ia bersama seluruh personelnya membuktikan bahwa semangat Bhayangkara akan selalu hadir menjaga negeri, bahkan hingga di pulau-pulau paling terluar Indonesia. (*)