Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, mengusulkan penutupan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta yang sudah tidak lagi menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.
Usulan tersebut diajukan setelah melakukan upaya pembinaan dan pemantauan terhadap sekolah bersangkutan.
Namun, hingga kini pengelola dinilai tidak menunjukkan upaya mengaktifkan kembali kegiatan pendidikan maupun memperpanjang izin operasional (ijop) yang telah berakhir.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat, mengatakan, sekolah tersebut tidak lagi memenuhi kewajiban administrasi sebagai lembaga pendidikan.
"Ada satu lembaga yang kami usulkan penutupan karena tidak ada aktivitas belajar mengajar," katanya, Rabu (1/7/2026).
Fajar menjelaskan, setiap SMP swasta diwajibkan memperpanjang izin operasional setiap tiga tahun sekali.
Namun, sekolah yang diusulkan ditutup itu tidak mengajukan perpanjangan meski masa berlaku izinnya telah habis.
Pihaknya mengaku telah beberapa kali mengundang pengelola sekolah untuk mengikuti pembinaan sekaligus mengurus perpanjangan izin operasional.
Baca juga: Orang Tua Masih Berat Melepas Anak, Kuota SD Sekolah Rakyat Sampang belum Terisi Penuh
Akan tetapi, undangan tersebut tidak mendapat respons.
"Kami sudah undang untuk pembinaan tidak datang. Kami juga beberapa kali datang ke lokasi, tetapi tidak ada aktivitas pembelajaran," ucapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga kembali memberikan kesempatan kepada pengelola sekolah untuk melengkapi dokumen perpanjangan izin operasional.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada pihak yang datang memenuhi undangan tersebut.
"Kami undang untuk perpanjangan izin operasional, tapi orangnya tidak datang. Karena itu kami ajukan penutupan," tegasnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Sampang Sasar 270 Siswa dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem
Fajar menyebutkan, saat ini terdapat 135 SMP swasta yang beroperasi di Kabupaten Sumenep.
Dari jumlah tersebut, hanya satu lembaga yang diusulkan ditutup karena dinilai sudah tidak lagi menjalankan aktivitas pendidikan.
Meski demikian, dirinya belum dapat mengungkap identitas maupun lokasi sekolah tersebut.
Sebab, proses pengajuan penutupan masih berlangsung sehingga informasi lebih rinci belum bisa dipublikasikan.
"Saya tidak bisa menyebutkan di mana sekolahnya karena masih dalam proses pengajuan penutupan," katanya.