Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappé, memberikan penghormatan penuh emosi kepada pelatih kepala Didier Deschamps setelah sang pelatih veteran kembali ke pinggir lapangan menyusul wafatnya sang ibu. Momen mengharukan itu terjadi saat Les Bleus menaklukkan Swedia dan memastikan tempat mereka di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Mbappé, yang mencetak dua gol dalam kemenangan dominan Prancis 3-0 atas Swedia, mempersembahkan gol pertamanya untuk Deschamps dengan berlari menuju bangku cadangan Prancis dan memeluk sang pelatih. Seluruh skuad kemudian bergabung, menampilkan kebersamaan yang menyentuh hati. Tindakan tersebut dilakukan setelah Deschamps absen pada laga terakhir fase grup demi menemani keluarganya setelah kepergian ibunya.
Setelah pertandingan, Mbappé menjelaskan alasan di balik selebrasi tersebut, menegaskan bahwa momen itu lebih penting daripada pencapaian pribadi mana pun.
“Ada hal-hal yang lebih penting daripada Piala Dunia, lebih penting daripada dirimu sendiri,” ujar Mbappé kepada para wartawan, dikutip dari USA Today.
Sang kapten menekankan bahwa seluruh skuad ingin berdiri teguh mendukung pelatih mereka di masa paling sulit dalam hidupnya.
“Seperti yang saya katakan, ini sudah menjadi DNA dari kelompok ini — untuk tetap bersatu, benar-benar kompak. Kami semua berada di belakang pelatih, apa pun yang terjadi, apa pun yang akan terjadi. Kami semua mendukungnya, dan kami ingin dia tahu bahwa dia tidak sendirian,” tambah Mbappé.
Bek Prancis, Malo Gusto, sependapat dengan sang kapten. Ia menegaskan bahwa para pemain ingin membalas kepercayaan yang selalu diberikan Deschamps kepada mereka.
“Saya pikir itu penting. Saya pikir Kylian melakukan itu untuk mendukung pelatih kami juga. Ini masa yang sulit baginya. Kini giliran kami untuk membalas budi. Saya rasa kami tampil sangat baik malam ini,” kata Gusto.
Suasana haru tersebut melengkapi penampilan luar biasa lainnya dari Mbappé, yang mencetak dua gol dan membantu Prancis melaju mulus ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Paraguay.
Deschamps mengaku sangat tersentuh oleh tindakan sang kapten dan memuji kekompakan pemainnya selama masa absennya.
“Gestur dari Kylian benar-benar menyentuh hati saya. Sejak hari pertama, dia telah menjadi teladan. Tim ini solid, dan mereka melakukan hal yang diperlukan ketika saya tidak ada. Semangat tim memang tidak menjamin kemenangan, tapi tanpanya, Anda bisa kalah,” ujar Deschamps seperti dikutip Franceinfo.
Menanggapi keberhasilan Prancis lolos ke babak berikutnya, pelatih yang pernah membawa Prancis menjuarai Piala Dunia itu mengatakan bahwa timnya layak merayakan langkah penting tersebut.
“Langkah ini telah kami capai, itu hal yang logis dan alami, tapi kita juga harus menikmatinya ketika segalanya berjalan baik,” katanya.
Deschamps juga menegaskan kembali tekad kolektif Prancis untuk kembali merebut trofi Piala Dunia.
“Kami sedang menjalankan misi, saya juga, bersama mereka,” tambahnya.
Kemenangan ini sekaligus menambah pencapaian luar biasa dalam karier kepelatihan Deschamps, menjadikannya manajer dengan jumlah kemenangan terbanyak di babak gugur Piala Dunia FIFA, dengan sembilan kemenangan.