Tips perjalanan paling populer untuk memesan tiket pesawat adalah melakukan reservasi di hari Selasa. Kini algoritma berubah!
Saran tentang cara mendapatkan tiket pesawat murah selalu disertai dengan sebuah pepatah industri yang menyatakan bahwa memesan pada waktu yang tepat dan untuk perjalanan pada hari yang tepat akan menghasilkan tarif terendah.
Selama bertahun-tahun, tips yang paling populer adalah melakukan pemesanan pada hari Selasa. Namun, berdasarkan data terbaru dari Laporan Air Hacks Expedia 2026, hari Jumat kini telah bergeser menjadi hari termurah untuk memesan penerbangan, seperti dikutip dari majalah Rabu (1/72026).
Melanie Fish selaku wakil presiden hubungan masyarakat global untuk Expedia Group Brands menjelaskan bahwa harga tiket pesawat terus berubah. Tahun ini wisatawan dapat menghemat hingga 3 persen jika memesan pada hari Jumat dibandingkan hari Minggu, yang merupakan hari termahal.
Menariknya, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa hari Jumat menjadi hari termurah untuk terbang secara umum dengan potensi penghematan hingga 8 persen dibandingkan keberangkatan di hari Minggu.
Meskipun demikian, terdapat pengecualian untuk penerbangan domestik di Amerika Serikat. Hari Selasa justru menjadi hari termurah dengan biaya penerbangan rata-rata 14 persen lebih murah daripada hari Minggu. Hal ini menjadikannya sebagai hari paling sepi berdasarkan pemesanan di saat hari Jumat menjadi yang tersibuk.
Dari segi periodisasi bulan, Agustus dinilai sebagai bulan termurah untuk terbang secara umum dan Januari untuk penerbangan domestik, sementara Desember menempati posisi sebagai bulan termahal. Perubahan permintaan ini diakibatkan dari pergeseran kebiasaan kerja pelancong bisnis yang menghindari perjalanan di akhir pekan dan membuat Jumat lowong.
Kendati demikian, para ahli tetap memperingatkan konsumen untuk tidak terlalu kaku dalam menginterpretasikan temuan satu hari terbaik ini karena data tersebut hanya mencerminkan pemesanan di platform Expedia saja.
Katy Nastro selaku juru bicara aplikasi penawaran perjalanan Going menambahkan bahwa harga satu penerbangan domestik bahkan bisa berubah hingga 135 kali selama setahun, atau kira-kira sekali setiap 2,4 hari. Ia berpendapat bahwa upaya berburu tiket pada hari tertentu dalam seminggu diibaratkannya seperti mencoba menangkap gelombang dengan memeriksa grafik pasang surut dari tahun lalu.
Ketidakpastian ini terjadi karena strategi pemesanan hari Selasa yang sudah lama diterapkan mencerminkan model penetapan harga lama ketika maskapai memperbarui harga tiket dengan ritme mingguan yang tetap. Saat ini, penetapan harga tiket tidak lagi dapat diprediksi. Perubahan harga sepenuhnya dipengaruhi oleh perkiraan permintaan real-time menggunakan algoritma kuat yang menyesuaikan harga berdasarkan kompetisi dan pola pemesanan.
Brett Snyder selaku pendiri Cranky Concierge, perusahaan layanan bantuan wisata, menegaskan bahwa jika penerbangan diperkirakan penuh atau selama jam sibuk, maka harganya otomatis lebih tinggi. Sebaliknya maskapai akan menurunkan harga jika permintaan rendah demi menjaga agar kursi pesawat tetap terisi.
Guna menyiasati sistem modern ini, strategi paling cerdas yang disarankan oleh para ahli adalah dengan mengatur fitur peringatan pelacakan harga melalui aplikasi seperti Skyscanner atau Expedia daripada sekadar menunggu hari kerja tertentu.
Di samping itu, komentator industri penerbangan Mike Arnot menyarankan para pelancong untuk memesan jauh-jauh hari sebelumnya di saat maskapai masih bersaing ketat untuk mengisi kursi pertama penumpang demi mendapatkan peluang tarif terendah. Terlepas dari segala fluktuasi harga tersebut, Arnot juga mengingatkan bahwa pemilihan hari hanyalah faktor kecil dalam liburan karena penghematan yang dipaksakan terkadang harus dibayar mahal dengan kenyamanan.
Menurutnya, ia tidak yakin bahwa memaksakan diri di kelas ekonomi dengan beberapa penerbangan transit untuk menghemat USD 50 (Rp 910.000) dengan terbang pada hari Selasa sepadan dengan penderitaan mental atau fisik yang harus dialami selama perjalanan.





