Netanyahu Sesumbar Mau Berhenti Bergantung Pada Militer AS
Desy Selviany July 01, 2026 05:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar ingin berhenti bergantung pada militer Amerika Serikat (AS).

Sesumbar itu disampaikan Netanyahu di tengah hubungan AS dan Israel yang memanas karena perdamaian dengan Iran. 

Diketahui negosiasi perdamaian AS dengan Iran tengah berjalan dan menuju ke arah yang positif.

Sementara Israel tidak dilibatkan dalam keputusan perdamaian tersebut. 

Dimuat media Israel The Jerusalem Post, Netanyahu pun sesumbar di hadapan perwira cadangan di kursus perwira tempur di Gush Etzion.

Netanyahu menyebut bahwa Israel akan berupaya memutus ketergantungan militer dengan AS sebagai bentuk kemandirian. 

Hal ini menjadi pertimbangan Netanyahu setelah berperang dengan Iran. 

Baca juga: Hubungan Trump-Netanyahu Memanas,  Trump Sebut: Semua Orang Yahudi Muak! 

Menurutnya, mulai dari sekarang Israel harus bisa mandiri secara persenjataan.

“Saat ini, kita sedang melawan Iran dan sekutunya. Kita telah memberi mereka pukulan. Ini belum berakhir, tetapi itu bergantung pada kekuatan kita. Di mana kita akan berada 30 tahun dari sekarang bergantung pada kekuatan kita. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan sekarang adalah membangun kekuatan yang besar," kata Netanyahu di Gush Etzion Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, Israel harus bisa memproduksi senjata sendiri dan tidak lagi bergantung dengan Amerika Serikat.

“Saya menginginkan kemandirian persenjataan. Saya sangat menghargai dukungan yang telah kami terima, dan yang juga telah saya berikan selama bertahun-tahun, dari teman-teman Amerika kami. Hari ini saya katakan: Kita membutuhkan jaringan persenjataan independen kita sendiri. Kita harus memproduksi persenjataan kita sendiri," tambahnya.

Menurut Netanyahu, keputusan itu akan membuat Israel bisa jauh lebih baik dan memiliki posisi terhormat di mata dunia. 

Sebagai informasi dimuat situs resmi pemerintah AS, belanja senjata Israel ke Amerika pada tahun ini mencapai 151,8 juta dolar AS.

Pemerintah Israel telah meminta untuk membeli dua belas ribu (12.000) badan bom serbaguna BLU-110A/B seberat 1.000 pon.

Item peralatan pertahanan non-utama berikut juga akan disertakan: layanan rekayasa, logistik, dan dukungan teknis dari Pemerintah AS dan kontraktor; dan elemen terkait lainnya dari dukungan logistik dan program. 

Menteri Luar Negeri telah menetapkan dan memberikan justifikasi terperinci bahwa keadaan darurat telah terjadi yang mengharuskan penjualan segera barang-barang pertahanan dan jasa pertahanan tersebut kepada Pemerintah Israel.

Hal ini membuat Israel menjadi langganan tetap pembelian senjata dan amunisi buatan AS.

Kontraktor utama adalah Repkon USA, yang berlokasi di Garland, Texas. Sebagian dari kebutuhan BLU-110 A/B akan dialihkan dari stok yang ada.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.