Efek Liburnya MBG: Stok Pangan di Pasar Jungke Karanganyar Menumpuk, Harga Ayam & Telur Terjun Bebas
Vincentius Jyestha Candraditya July 01, 2026 06:30 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Liburnya operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada melimpahnya stok pangan di Pasar Jungke, Karanganyar, Jawa Tengah. 

Akibatnya, harga telur dan daging ayam terus turun hampir setiap hari. Namun, kondisi tersebut belum mampu mendongkrak minat masyarakat untuk berbelanja langsung ke pasar.

HARGA TELUR TURUN - Komoditas telur ayam di Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus mengalami penurunan harga, Selasa (30/6/2026). Saat ini, harga telur dibanderol Rp22 ribu per kilogram. Namun, penurunan harga tersebut justru belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat di pasar tradisional.
HARGA TELUR TURUN - Komoditas telur ayam di Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus mengalami penurunan harga, Selasa (30/6/2026). Setelah harga telur dibanderol Rp22 ribu per kilogram pada Selasa (30/6/2026). Namun, kembali turun menjadi Rp21 ribu per kilogram pada Rabu (1/7/2026). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kepala Pasar Jungke, Sri Hartoyo, mengatakan penurunan harga paling terasa terjadi pada komoditas telur ayam dan daging ayam.

Menurutnya, kondisi itu dipicu berkurangnya penyerapan bahan pangan setelah dapur MBG berhenti beroperasi sementara.

Baca juga: Murah Tapi Tak Laris, Ini Alasan Telur Rp22 Ribu per Kg Sepi Peminat di Pasar Jungke Karanganyar

"Harga ayam dan telur di Pasar Jungke setiap hari menurun, dari pedagang bilang efek dari liburnya operasional dapur MBG," kata Sri, Rabu (1/7/2026).

Harga Bahan Pokok Turun Tiap Hari

Ia menjelaskan, harga telur ayam yang pada Selasa (30/6/2026) masih berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram, kembali turun menjadi Rp21 ribu per kilogram pada Rabu (1/7/2026).

Penurunan serupa juga terjadi pada daging ayam. Harga yang sebelumnya berkisar Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp34 ribu per kilogram.

Bahkan, harga terendah di Pasar Jungke bisa mencapai Rp32 ribu per kilogram.

Baca juga: Terungkap! Pedagang Pasar Jungke Karanganyar Harus Punya NPWP dan SIUP untuk Jual MinyaKita PT KMR

Menurut Sri, melimpahnya pasokan pangan menjadi dampak langsung dari berhentinya sementara operasional MBG.

"Penurunan ini disebabkan tutupnya MBG, sehingga stok melimpah ke pasar," ujarnya.

Meski harga terus turun, para pedagang belum bisa bernapas lega. Sebab, penurunan harga tidak diikuti peningkatan jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional.

Sri menilai, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab lesunya transaksi di pasar.

Banyak warga kini lebih memilih membeli kebutuhan pokok melalui platform daring dibanding datang langsung ke pasar.

"Meskipun melimpah dan harga barang jadi turun, tak pengaruhi orang untuk belanja ke pasar, masyarakat lebih memilih belanja online ketimbang datang dan belanja ke pasar," ungkapnya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.