TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo berkomitmen penuh dalam penyelesaian jalan akses wisata Plono-Nglinggo di Kapanewon Samigaluh. Keberadaan akses yang memadai akan menggairahkan aktivitas pariwisata di Kawasan Wisata Nglinggo.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan jalan yang dibangun targetnya sepanjang 3,47 kilometer (km). Adapun yang sudah terbangun panjangnya mencapai 1 km pada 2025 lalu.
"Tahun konstruksi akan dilanjutkan untuk menyelesaikan sisa ruas jalan sepanjang 2,47 km," kata Agung melalui keterangannya pada Rabu (01/06/2026).
Pemkab Kulon Progo melibatkan sejumlah pihak dalam pembangunan jalan tersebut. Seperti Badan Otorita Borobudur (BOB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY.
Agung menyatakan pembangunan sisa ruas jalan tersebut ditargetkan selesai pada 2026 ini. Sebab keberadaannya menjadi bagian dari prioritas pengembangan Kawasan Wisata Nglinggo di wilayah Pegunungan Menoreh.
"Keberadaan akses jalan ini harapannya tidak hanya memperlancar mobilitas, tapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata," ujarnya.
Menurut Agung, pihaknya kini sedang aktif membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan destinasi wisata di sana. Tujuannya agar mereka siap menyambut kedatangan wisatawan dengan pelayanan terbaik mereka.
Sebab ia memperkirakan jumlah wisatawan yang datang akan meningkat dengan adanya akses jalan yang memadai. Tak hanya wisatawan Nusantara, wisatawan mancanegara pun diharapkan tertarik untuk datang berkunjung.
"Adanya akses ini akan membuat sektor pariwisata berkembang pesat dan perekonomian masyarakat sekitar akan terangkat," jelas Agung.
Pembahasan terkait kelanjutan proyek pembangunan akses jalan Plono-Nglinggo dilakukan pada Selasa (01/07/2026) lalu di Kapanewon Nanggulan. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Yusuf Hartanto turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai jalan sepanjang 1 km yang sudah terbangun sudah memberikan dampak positif yang signifikan. Sebab angka kunjungan wisatawan meningkat pesat sejak jalan itu rampung dibangun, terutama saat akhir pekan.
"Kami yakin jika jalur ini tuntas hingga ke atas, wisatawan akan semakin nyaman menikmati keindahan Menoreh," kata Yusuf.(alx)