TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Hari ketiga pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jalur domisili di SDN Utama 1 Tarakan Kalimantan Utara dibuka, Rabu (1/7/2026). SPMB jalur domosili dibuka selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026.
Pantauan TribunKaltara.com di SDN Utama Tarakan, hingga pukul 11.00 WITA, ada 68 pendaftar yang datang dengan disediakan 101 kuota.
Ketua Panitia SPMB 2026 SDN Utama 1 Tarakan, Sevnin mengatakan antusiasme masyarakat pada jalur domisili cukup tinggi sejak pagi tadi. Namun, jumlah pendaftar masih belum memenuhi kuota yang telah disediakan.
"Hari ketiga ini jalur yang dibuka yaitu jalur domisili. Kita bersyukur karena masyarakat lebih banyak datang ke sini untuk mendaftar. Sampai hari ini sekitar 67 sampai 68 pendaftar. Kalau dipantau di sistem hasil seleksi sudah sekitar 70-ab karena kemungkinan ada pergeseran dari sekolah lain ke sini," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Baca juga: Antusias Orang Tua di Hari Pertama SPMB di SMPN 2 Tarakan Tinggi, Pukul 06.15 Wita Sudah Datang
Sevnin menjelaskan, awalnya kuota jalur domisili hanya dialokasikan sebanyak 78 siswa sesuai persentase yang ditetapkan. Namun karena kuota pada jalur afirmasi dan perpindahan tugas tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut dialihkan ke jalur domisili.
"Kuota jalur domisili sebenarnya 78, tetapi karena kurangnya pendaftar di jalur perpindahan tugas dan jalur afirmasi, maka kuotanya dicukupkan menjadi 101 siswa," katanya.
Dengan jumlah pendaftar yang baru mencapai sekitar 70 orang, sekolah masih membutuhkan sekitar 30 calon peserta didik lagi agar kuota jalur domisili terpenuhi.
"Progres pendaftaran sudah lebih dari 50 persen. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan siswa sampai kuota 101. Kita sangat berharap begitu," ungkapnya.
Sevnin mengakui kondisi kekurangan peserta didik di jalur domisili bukan hal baru bagi SDN Utama 1 Tarakan. Pada pelaksanaan penerimaan tahun lalu, sekolah juga masih menyisakan sekitar 10 kursi yang tidak terisi.
"Kalau tahun kemarin ada kekurangan kurang lebih 10 siswa di jalur domisili," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi banyaknya sekolah dasar yang berada dalam satu kawasan, sehingga calon peserta didik terbagi ke beberapa sekolah yang letaknya berdekatan dengan tempat tinggal mereka.
"Bisa jadi karena ada sekolah yang membuka empat rombongan belajar, ada yang tiga, dua, atau satu rombel. Jadi pendaftarnya terbagi merata. Mereka memilih sekolah yang paling dekat dari rumah," jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Tarakan Tegaskan SPMB 2026 Bebas Intervensi, Seluruh Anak Dapat Hak Pendidikan yang Sama
Ia menambahkan, dalam tiga tahun terakhir kondisi serupa hampir selalu terjadi, meski jumlah kekurangannya berbeda-beda.
"Beberapa tahun belakangan, sekitar tiga tahun terakhir memang selalu ada kekurangan. Kadang kurang dua, kadang kurang tiga rombongan atau siswanya tidak terpenuhi," katanya.
Wilayah domisili, SDN Utama 1 Tarakan masih menggunakan pembagian yang sama seperti tahun sebelumnya. Seluruh RT di Kelurahan Karang Anyar masuk dalam wilayah penerimaan, sedangkan dari Kelurahan Karang Balik hanya mencakup RT 4, RT 13, RT 14, RT 15, RT 16, dan RT 17.
"Pembagian domisili tahun ini masih sama seperti tahun lalu. Karang Anyar semua RT masuk, sedangkan Karang Balik hanya beberapa RT saja," ujarnya.
Di sisi lain, jalur afirmasi menjadi jalur yang paling sedikit diminati. Dari kuota sekitar 28 siswa, hanya lima calon peserta didik yang mendaftar.
Sevnin memperkirakan rendahnya jumlah pendaftar afirmasi dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya kondisi ekonomi masyarakat yang mulai membaik. Selain itu, banyaknya sekolah dasar di wilayah Karang Anyar membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah yang lokasinya dekat dengan rumah.
"Mungkin pertumbuhan ekonomi masyarakat sudah mulai bagus. Atau mereka memilih sekolah yang paling dekat. Di Karang Anyar sendiri ada beberapa SD seperti SDN Utama 1, SDN 009, SDN 024, SDN 034, SDN 041, dan irisan SDN 011. Jadi pilihannya cukup banyak," jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada tahun lalu, ketika jalur afirmasi hanya diisi dua hingga tiga pendaftar. Sisa kuota kemudian dialihkan ke jalur domisili, namun secara keseluruhan sekolah tetap belum mampu memenuhi daya tampung.
"Kurangnya itu diambilkan dari domisili, tapi akhirnya tetap masih kurang sekitar 10 siswa tahun lalu," ujarnya.
Berbeda dengan jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua justru berhasil memenuhi kuota. Dari kebutuhan enam peserta didik, jumlah pendaftar bahkan melebihi kuota.
"Mutasi yang dicari enam orang, malah ada tujuh, jadi ada satu yang terlempar. Rata-rata berasal dari orang tua yang pindah tugas, baik dari instansi pemerintah maupun perusahaan," katanya.
Secara keseluruhan, SDN Utama 1 Tarakan tahun ini menyediakan daya tampung sebanyak 112 peserta didik baru. Kuota tersebut terdiri atas jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan jalur domisili yang kini menjadi jalur dengan kuota terbesar setelah adanya pengalihan sisa kursi.
Sevnin berharap dalam sisa waktu pendaftaran jalur domisili, jumlah calon peserta didik terus bertambah sehingga seluruh kuota dapat terisi.
"Semoga selama tiga hari ini kuota 101 di jalur domisili bisa tercukupi. Sekarang semua sekolah statusnya sama, tidak ada lagi sekolah unggulan atau bukan unggulan. Karena itu masyarakat cenderung memilih sekolah yang lokasinya paling dekat dengan rumah," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah