TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat memimpin peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/7/2026).
Dalam upacara tersebut, Prabowo mengenakan jas abu-abu dipadukan dengan peci hitam. Di hadapan ribuan peserta upacara, ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal paling penting bagi institusi kepolisian.
1. Jaga Kepercayaan Rakyat
Pesan pertama yang disampaikan Presiden adalah pentingnya menjaga kepercayaan publik.
Menurut Prabowo, kepercayaan masyarakat merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas.
"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," kata Prabowo.
Baca juga: Aktivitas Politik Jokowi Diduga Ada Keresahan, Dinilai Begitu Cepat
Baca juga: Siswa SLBN Tanjab Timur Makin Percaya Diri Berkarya Berkat Dukungan SKK Migas PetroChina
2. Polisi Harus Dekat dengan Masyarakat
Prabowo meminta seluruh personel Polri hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, memberikan pelayanan terbaik, serta melindungi warga tanpa mempersulit mereka.
"Kedua, jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan gaji aparat negara berasal dari rakyat sehingga pengabdian kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
"Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," tegasnya.
3. Tegakkan Hukum Secara Adil
Presiden juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu.
Ia meminta Polri berani membela masyarakat yang benar serta melindungi kelompok yang lemah.
"Ketiga, tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar. Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa," ucapnya.
4. Tingkatkan Profesionalisme dan Kuasai Teknologi
Menghadapi tantangan kejahatan yang terus berkembang, Prabowo meminta anggota Polri meningkatkan kemampuan dan menguasai teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, aparat penegak hukum harus terus belajar agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan masa depan.
"Keempat, terus tingkatkan profesionalisme saudara. Kuasai ilmu pengetahuan. Kuasai teknologi. Kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan masa kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas, dan yang handal," katanya.
5. Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak
Pesan berikutnya adalah memperkuat kerja sama lintas lembaga.
Prabowo menilai Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Ia meminta institusi kepolisian terus bersinergi dengan TNI, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.
"Kelima, perkuat sinergi. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain, bersama TNI, bersama pemerintah," ujarnya.
6. Terus Berbenah dan Tetap Rendah Hati
Pesan terakhir yang disampaikan Presiden adalah agar Polri tidak berhenti melakukan perbaikan internal.
Menurutnya, institusi yang dicintai masyarakat adalah institusi yang rendah hati dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.
"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," kata Prabowo.
Prabowo Hadiri Upacara Bersama Sejumlah Tokoh Nasional
Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 07.33 WIB dan disambut Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran pejabat utama Polri.
Sebelum upacara dimulai, Presiden menerima laporan dari komandan upacara dan melakukan pemeriksaan pasukan yang terdiri atas delapan resimen.
Turut menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-80 antara lain Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan B. Najamuddin, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Komisi VI DPR Titiek Soeharto, serta sejumlah menteri dan pejabat negara lainnya.
Alasan Upacara Digelar di Cikeas
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa pemilihan Satlat Korbrimob Cikeas sebagai lokasi upacara disesuaikan dengan tema "Polri untuk Masyarakat."
Menurutnya, kawasan tersebut menjadi simbol proses pembentukan karakter, pendidikan, dan peningkatan profesionalisme personel Polri sehingga masyarakat dapat melihat langsung bagaimana institusi kepolisian membangun kualitas sumber daya manusianya.
Selain upacara, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi parade, defile, demonstrasi kemampuan personel, pemberian tanda kehormatan, pameran alat utama dan alat khusus produksi dalam negeri, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Irjen Johnny menyebut sekitar 9.000 peserta terlibat dalam upacara yang terdiri atas personel Polri, TNI, dan berbagai unsur masyarakat.
Ia menambahkan, rangkaian Hari Bhayangkara sebenarnya telah berlangsung sejak Mei 2026 melalui berbagai kegiatan sosial, bakti kesehatan, anjangsana, doa lintas agama, perlombaan, olahraga, hingga pagelaran budaya sebagai wujud kedekatan Polri dengan masyarakat.