Belum Kering Duka Ditinggal Suami, Janda di Medan Jadi Korban Maling Saat Jaga Anak Sakit
Ayu Prasandi July 01, 2026 06:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belum pulih duka usai kehilangan suami tercinta, Dewi (47) kembali harus menelan pil pahit melihat seisi rumahnya porak-poranda karena dibobol maling.

Wanita warga Jalan Bromo, Gang Aman, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan ini mengaku rumahnya dibobol maling saat ia sedang merawat anaknya di rumah sakit. 

Sambil menahan lirih, wanita yang kini menjanda ini mengaku nestapa yang dialaminya ini dimulai pada awal bulan Juni lalu.

Katanya, ia kehilangan sang suami pada 1 Juni lalu setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RS Pirngadi. 

Ia meritakan, sebelum meninggal suaminya pertama kali dilarikan ke rumah sakit pada 26 Mei 2026 lalu setelah tak sadarkan diri ketika ia membangunkan sang suami yang sempat tidur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan suaminya mengalami stroke akibat pecah pembuluh darah di kepala dan membutuhkan penanganan di rumah sakit yang lebih lengkap.

"Dokter bilang pembuluh darah di kepala suami saya pecah dan harus dirujuk ke RS Adam Malik. Tapi sampai beberapa hari tidak juga dirujuk karena katanya rumah sakit penuh," ujar Dewi, Rabu (1/7/2026). 

Sambil menunggu informasi rumah sakit terkait ketersediaan rumah sakit rujukan, dirinya mengaku suaminya itu masih menjalani perawatan di RS Pirngadi. Nahas, sepekan berjalan dimana suaminya yang juga tak kunjung dirujuk ia harus mengikhlaskan suaminya akhirnya dinyatakan meninggal dunia. 

"Tanggal 1 Juni lah suami saya meninggal dunia langsung keluar dari rumah sakit. Tanggal 2 nya langsung dikebumikan," ucapannya. 

Janda beranak tiga ini mengaku, sehari berselang dikebumikannya sang suami ia kembali harus menahan kenyataan pahit dimana anak bungsunya harus dilarikan ke rumah sakit.

Ia bercerita, anaknya yang selama ini mengalami gizi buruk kembali mengalami penurunan kesehatan diduga syok usai kehilangan sang ayah. 

Dengan kondisi kesehatan anaknya yang menurun, ia harus meninggalkan rumah kontrakannya selama kurang lebih dua pekan untuk merawat anaknya di rumah sakit. Nahas, saat kembali ke rumah ia mendapati sejumlah barang berharga miliknya sudah raib. 

"Anak saya kena stunting, gizi buruk. Sudah pucat kali dia, sempat mau pingsan. Langsung saya bawa ke rumah sakit, dua minggu lah ku tinggal kontrakanku ini, aku baru satu bulan ngontrak di sini. Pas pulang, ku lihat kenapa rumahku sudah berserak, langsung ku panggil anakku," ungkapnya. 

Dari pengakuannya, adapun barang-barang yang digondol maling di antaranya mesin pompa air, mesin jahit, peralatan dapur, piring, serta sejumlah barang elektronik. Tak sampai di situ, beberapa waktu berselang, rumah Dewi kembali menjadi sasaran pencurian. 

Kali ini, pelaku diduga masuk melalui bagian atas rumah yang belum tertutup sempurna dan membawa kabur tiga unit telepon genggam, termasuk ponsel milik almarhum suaminya yang menjadi kenang-kenangan keluarga. Dewi mengaku sempat melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Namun, menurutnya, laporan awal belum dapat diproses karena dinilai belum lengkap. 

Dengan semua yang dialaminya ini, Dewi kini harus berjuang menghidupi tiga anak seorang diri. Ia mengaku sudah tidak lagi berjualan pakaian dalam keliling sejak suaminya sakit.

"Sekarang saya tidak punya penghasilan. Untuk makan saja kami pernah hanya makan ubi karena tidak ada uang membeli beras," ucapnya lirih. 

Ia juga mengungkapkan, kondisi penglihatannya mulai terganggu akibat kecelakaan yang pernah dialaminya.

Ia mengaku beberapa kali terjatuh ke parit karena pandangannya semakin kabur. Di tengah kondisi tersebut, Dewi berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan agar dirinya dapat kembali bangkit dan memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. 

(mns/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.