Jelang Bertugas di Istana Negara, Dua Putra-Putri Bengkulu Jalani Pembekalan Khusus dari PPI
Ricky Jenihansen July 01, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pengurus Provinsi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Bengkulu mulai melakukan pembekalan intensif kepada dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan mewakili Provinsi Bengkulu di tingkat nasional.

Sebelumnya, Nadine Permata Vanza dari SMA Negeri 2 Kota Bengkulu dan M. Aryo Wira Zandhyka Y dari SMA Negeri 7 Kota Bengkulu.

Terpilih menjadi bagian dari Paskibraka untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2026 nanti.

Nadine dan Aryo hingga saat ini terus mendapatkan pembekalan yang merupakan program rutin dilaksanakan setiap tahun oleh PPI Bengkulu sebagai bentuk dukungan kepada para wakil daerah sebelum menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan di tingkat nasional.

Keduanya dimentori langsung oleh pihak PPI untuk mendapatkan pengetahuan mulai dari latihan fisik hingga gerakan dalam baris-berbaris.

Persiapan Menuju Tingkat Nasional

Sekretaris Pengurus Provinsi PPI Bengkulu, Zamron Septiawan, mengatakan pembekalan tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mempersiapkan peserta agar mampu bersaing menempati posisi-posisi strategis saat seleksi di tingkat nasional.

“Program tahunan kami adalah memberikan pendalaman materi dan pelatihan kepada adik-adik yang sudah dipastikan berangkat mewakili Provinsi Bengkulu. Harapannya, mereka tidak hanya siap mengikuti pelatihan nasional, tetapi juga mampu bersaing mengisi posisi-posisi strategis sehingga dapat mengharumkan nama Bengkulu,” ujar Zamron saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, waktu persiapan tahun ini relatif lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada tahun lalu peserta berangkat sekitar pertengahan Juli, jadwal tahun ini membuat masa pembekalan menjadi lebih terbatas.

Meski demikian, PPI Bengkulu tetap memaksimalkan waktu yang tersedia dengan memberikan berbagai materi teknis agar para peserta tidak memulai dari nol ketika menjalani seleksi penempatan di tingkat nasional.

Untuk peserta putri, pembekalan difokuskan pada teknik yang dibutuhkan apabila mendapat kesempatan menempati posisi pembawa baki maupun pembentang bendera.

Sementara peserta putra dipersiapkan untuk posisi tiga tiang maupun formasi Pasukan 17.

“Penampilan awal saat proses penempatan menjadi salah satu penilaian penting bagi pelatih nasional. Karena itu, kami ingin mereka sudah memiliki bekal ketika dicoba di berbagai posisi,” jelasnya.

Persiapan Administrasi dan Budaya Daerah

Selama masa persiapan, latihan dijadwalkan sebanyak tiga hingga empat kali dalam sepekan.

Namun, intensitas latihan tetap disesuaikan agar peserta memiliki waktu mengurus berbagai kebutuhan administrasi sebelum keberangkatan.

Selain itu, peserta juga diminta menyiapkan perlengkapan yang berkaitan dengan identitas budaya daerah.

Hal tersebut diperlukan karena pada kegiatan penutupan Paskibraka Nasional biasanya seluruh peserta akan menampilkan budaya khas dari provinsi masing-masing.

“Porsi latihan kami tidak berlebihan. Mereka juga harus mengurus administrasi serta menyiapkan atribut budaya daerah. Yang kami tekankan adalah penyempurnaan teknik dan memberikan kiat-kiat ketika mereka mendapat kesempatan mengisi posisi strategis,” tutup Zamron.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.