Lontong Sayur dan Mainan Anak Picu Inflasi Bengkulu pada Juni 2026
Ricky Jenihansen July 01, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat tingkat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada Juni 2026 sebesar 0,38 persen.

Salah satu penyebab kenaikan tersebut berasal dari komoditas yang bersifat musiman, seperti mainan anak dan lontong sayur.

Komoditas Musiman Penyumbang Inflasi

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menjelaskan dalam perhitungan inflasi terdapat sekitar 300 hingga 400 komoditas yang dipantau.

Meski beberapa komoditas mengalami lonjakan harga cukup tinggi, pengaruhnya terhadap inflasi bergantung pada bobot masing-masing komoditas dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).

“Kalau komoditas seperti lontong sayur mengalami kenaikan harga cukup tinggi, pengaruhnya belum tentu besar karena bobotnya relatif kecil. Selain itu, kenaikannya juga bersifat musiman,” ujar Win Rizal usai rilis BPS Provinsi Bengkulu, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kenaikan harga komoditas seperti lontong sayur maupun mainan anak dipengaruhi oleh momentum tertentu, misalnya perayaan Iduladha atau kegiatan yang meningkatkan permintaan masyarakat.

Komoditas tersebut dinilai bukan merupakan barang yang dikonsumsi secara rutin setiap hari, sehingga lonjakan harganya biasanya hanya terjadi dalam waktu singkat.

Berbeda dengan komoditas pangan pokok, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus menjaga stabilitas harga barang yang dikonsumsi masyarakat setiap hari agar inflasi tetap terkendali.

“Yang perlu dijaga adalah komoditas yang dikonsumsi setiap hari karena dampaknya lebih besar terhadap inflasi masyarakat,” katanya.

Perkembangan Inflasi Bengkulu

BPS mencatat inflasi Provinsi Bengkulu secara month-to-month pada Juni 2026 sebesar 0,38 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena menunjukkan adanya kenaikan harga.

Secara year-to-date (Januari–Juni 2026), inflasi Bengkulu tercatat sebesar 1,77 persen.

Sementara itu, inflasi year-on-year (y-on-y) mencapai 3,96 persen.

Angka tersebut berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen atau berada dalam kisaran 1,5–3,5 persen.

Win mengingatkan, apabila laju inflasi tidak dikendalikan pada enam bulan berikutnya, maka inflasi tahunan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau inflasi Januari sampai Juni sudah 1,77 persen, tentu enam bulan berikutnya harus benar-benar dijaga agar tidak melewati target inflasi nasional,” ujarnya.

Kelompok Penyumbang Inflasi

BPS juga mencatat inflasi tahunan Provinsi Bengkulu terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 6,39 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,01 persen, transportasi 3,90 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,54 persen.

Sementara itu, Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tahunan sebesar 5,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,91.

Adapun Kota Bengkulu mengalami inflasi tahunan sebesar 3,61 persen dengan IHK 110,80.

Secara keseluruhan, Provinsi Bengkulu mencatat inflasi tahunan sebesar 3,96 persen dengan IHK 110,83.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.