TRIBUNNEWS.COM - Nama Kylian Mbappe kembali mencuri perhatian setelah membawa Prancis menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Prancis mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar di MetLife Stadium. Mbappe memborong dua gol, sementara satu gol lainnya dicetak Bradley Barcola.
Kemenangan telak 3-0 tersebut mengantarkan tim asuhan Didier Deschamps bertemu Paraguay di babak 16 besar, dan kian mengukuhkan status sebagai favorit juara.
Football enthusiast asal Semarang, Gigih W, bahkan meyakini Les Bleus setidaknya akan melangkah hingga semifinal.
"Pasti favorit juara. Prancis itu minimal semifinal di Piala Dunia 2026," kata Gigih dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar.
Hal senada disampaikan analis dari Spieltag Indonesia, Adrian, yang menilai kualitas Prancis masih berada di level tertinggi dunia.
"Prancis kita tahu di dua edisi Piala Dunia sebelum ini selalu bisa sampai ke final, satunya juara dan satunya lagi runner-up. Selisih mereka dengan juara bertahan Argentina sebenarnya sangat tipis," tambah Adrian.
Komentar tersebut semakin relevan melihat keseimbangan permainan Prancis yang dinilai menjadi kekuatan utama mereka sepanjang turnamen.
Sorotan publik banyak mengarah pada sosok Kylian Mbappe yang terus menambah gol di Piala Dunia 2026 ini.
Tambahan dua gol membuat Mbappe mengoleksi enam gol, sekaligus menasbiskan dirinya sebagai raja gol di fase gugur Piala Dunia dengan torehan kini 10 gol sejak 2018.
Baca juga: Prancis Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 dengan Gaya, Dua Rekor Bersejarah Langsung Tercipta
Mbappe untuk kedua kalinya, dinobatkan sebagai pemain paling berharga (MVP). Sebelum laga Prancis vs Swedia, ia meraihnya saat mengalahkan Irak 3-0.
Mbappe barangkali dianggap sebagai pemain terpenting di Timnas Prancis saat ini, mengingat torehan gol yang terus mengalir.
Namun, legenda Les Bleus Thierry Henry justru memiliki pandangan berbeda. Status pemain terpenting dialamatkannya kepada sosok Michael Olise.
Menurut mantan penyerang Arsenal dan Barcelona itu, Olise merupakan pemain yang membuat permainan Prancis berjalan sempurna.
"Apa yang dia lakukan tanpa bola tidak ada duanya," kata Henry kepada Fox Sports.
Henry menilai banyak orang hanya memperhatikan kemampuan teknis Olise saat menguasai bola. Padahal, kontribusi pemain Bayern Muenchen itu ketika bertahan justru sama besarnya.
"Biasanya pemain yang sangat teknis melupakan tugas bertahan. Michael tidak seperti itu. Dia memahami permainan. Cara dia membaca pertandingan berbeda dari pemain lain."
Henry bahkan mengaku pernah dibuat takjub saat melatih Olise.
"Dia melakukan hal-hal di latihan yang membuat saya hampir berkata 'wow'. Sebagai pelatih saya harus menahan diri."
Ia pun memberikan penilaian yang cukup tegas.
"MVP akan selalu menjadi Kylian karena dia menghasilkan angka-angka yang tidak bisa dilakukan pemain lain. Tetapi pemain terpenting adalah Michael Olise," kata dia.
Baca juga: Cara Deschamps Jaga Kekompakan Skuad Prancis, Boleh Jalan-jalan tapi Harus Tidur di Markas
Penilaian Henry tidak lepas dari kontribusi nyata Olise sepanjang Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 24 tahun itu telah mengoleksi lima assist dalam empat pertandingan, terbanyak dibanding pemain lain di turnamen ini.
Bahkan, sejak 1966 hanya legenda Brasil, Pelé, yang pernah mencatatkan assist lebih banyak dalam satu edisi Piala Dunia dengan enam assist pada 1970.
Selain produktif menciptakan peluang, Olise juga menjadi salah satu pemain dengan jumlah perebutan bola terbanyak di skuad Prancis.
Menurut Henry, keseimbangan permainan Les Bleus lahir karena Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola bekerja keras membantu pertahanan meski berstatus pemain depan.
"Michael mungkin pemain yang paling banyak merebut bola. Jangan hanya melihat apa yang dia lakukan saat menyerang, tetapi lihat juga kontribusinya ketika bertahan," kata Henry, dikutip dari Metro.
Henry juga memuji keputusan Didier Deschamps menempatkan Olise sebagai gelandang serang di belakang Mbappe.
Posisi tersebut dinilai membuat permainan Prancis jauh lebih seimbang dibanding ketika Olise dimainkan melebar.
Dengan Olise mengatur ritme serangan dari tengah, Mbappe bisa lebih fokus bergerak di area berbahaya, sementara Dembele dan Barcola memberikan ancaman dari kedua sisi.
Kombinasi tersebut membuat Prancis tampil sangat produktif sepanjang turnamen. Mereka menyapu bersih fase grup dengan tiga kemenangan dan mencetak 10 gol sebelum kembali menang meyakinkan atas Swedia.
Melihat performa tersebut, tidak mengherankan jika Prancis kembali disebut sebagai kandidat utama juara Piala Dunia 2026.
Di balik ketajaman Mbappe sebagai pencetak gol, keberadaan Michael Olise ternyata menjadi fondasi yang membuat permainan Les Bleus tetap seimbang, solid, dan sulit dihentikan lawan.
(Tribunnews.com/Tio)