Barisan Merah Putih Jayapura Rangkul Ribuan Suporter Piala Dunia Lewat Aksi Sosial dan Budaya
Paul Manahara Tambunan July 01, 2026 06:29 PM

 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Taniya Sembiring

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kota Jayapura kembali bergemuruh dengan semangat kebersamaan. Ribuan masyarakat tumpah ruah ke jalan dalam acara Konvoi Semarak Piala Dunia yang diinisiasi oleh Barisan Merah Putih, Rabu (1/6/2026).

Pantauan di lokasi, jalanan kota dipenuhi warna-warni atribut tim sepak bola dunia, sorak-sorai, serta nuansa persaudaraan yang kental.

Menariknya, acara ini tidak hanya sekadar merayakan euforia pesta bola global, tetapi juga dirangkai dengan aksi sosial dan pentas budaya yang menyentuh hati masyarakat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid.

Baca juga: Prancis Bungkam Swedia 3-0, Mbappe Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia

Dalam wawancaranya, Abdul Majid memberikan apresiasi tinggi terhadap persatuan para fans sepak bola di Jayapura, sekaligus aksi nyata yang dilakukan penyelenggara.

"Semarak Piala Dunia ini untuk menjaga kebersamaan dengan berbagai keragaman. Tadi seperti kita lihat, dari berbagai fans pendukung, ada pendukung Belanda, Jerman yang sudah pulang (gugur), tapi di Kota Jayapura ini fansnya sangat bersatu," ujar Abdul Majid saat diwawancarai Tribun-Papua.com.

"Kami sangat mengapresiasi Barisan Merah Putih karena dalam kegiatan ini telah melaksanakan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian bantuan kepada mama-mama penjual pinang," ujarnya.

Padukan Tarian Tradisional dan Kepedulian Sosial

Sejak pagi hari, masyarakat Jayapura sudah disuguhkan dengan Pentas Seni Budaya Portumbai.

Dari 10 kampung yang direncanakan, sebanyak 5 kampung tampil memukau membawakan tarian khas Papua.

Dentuman musik tradisional yang berpadu dengan sorakan suporter menciptakan harmoni unik di tanah Papua.

Tak hanya hiburan, aksi kemanusiaan juga menjadi sorotan utama dalam acara ini.

Pihak penyelenggara menghadirkan layanan kesehatan gratis mulai dari donor darah, tes gula darah, hingga pemeriksaan HIV.

Selain itu, bantuan paket sembako juga disalurkan kepada lebih dari 150 penerima manfaat. Bantuan tersebut menyasar 100 penyandang disabilitas dan 50 mama-mama penjual pinang di kawasan ekspos.

Baca juga: Belanda dan Jerman Tersingkir, Ini Empat Negara yang Gugur di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Ketua DPC Barisan Merah Putih RI Kota Jayapura, Bobby Awi, yang memimpin langsung konvoi bersama ribuan pemuda dan komunitas suporter mengungkapkan, tujuan utama acara ini adalah menciptakan iklim kota yang kondusif.

“Kami ingin Jayapura tetap kondusif, aman, dan nyaman untuk ditinggali. Melalui kegiatan ini, kami mengajak semua pihak ikut berpartisipasi dalam pembangunan kota,” tegas Bobby Awi.

Atmosfer kebersamaan begitu terasa di sepanjang jalannya acara. Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut menyatu tanpa sekat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa demam Piala Dunia di Papua tidak hanya milik stadion megah di luar negeri, melainkan bisa menjelma menjadi panggung kemanusiaan dan pelestarian budaya lokal.

Bagi masyarakat Jayapura, kebersamaan dan kepedulian antarsesama adalah piala sesungguhnya yang harus dimenangkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.