Aturan Larangan Tutupi Mulut Memakan Korban Lagi di Piala Dunia 2026, Bintang Arsenal Pelakunya
Dwi Setiawan July 01, 2026 05:12 PM

TRIBUNNEWS.COM – Aturan baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan kembali memakan korban di Piala Dunia 2026. Bek Ekuador, Piero Hincapie, menjadi pemain kedua yang menerima kartu merah akibat melanggar regulasi tersebut saat menghadapi Meksiko pada babak 32 besar di Mexico City Stadium, Rabu (1/7/2026) pagi WIB.

Pemain Arsenal itu diusir wasit setelah kedapatan menutupi mulut ketika berbicara kepada penyerang Meksiko, Santiago Gimenez, dalam sebuah insiden yang terjadi pada masa injury time babak kedua.

Sementara itu, Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kepala Bidang Binpres ESI Surakarta, Putri Indah Nazareta, menilai penerapan format dan regulasi baru akan membuat persaingan di Piala Dunia 2026 semakin menarik.

"Menurut saya, Piala Dunia 2026 menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru. Namun, kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan setiap tim dalam beradaptasi dengan tekanan turnamen," ujar Putri Indah Nazareta kepada Tribunnews.

PENDUKUNG MEKSIKO - Wanita asal Solo mengenakan stiker Meksiko di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)
PENDUKUNG MEKSIKO - Wanita asal Solo mengenakan stiker Meksiko di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib) (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Kartu merah Hincapie itu sekaligus menjadi penerapan kedua aturan anyar FIFA sepanjang turnamen, setelah sebelumnya Miguel Almiron menjadi pemain pertama yang mendapat hukuman serupa pada fase grup.

Insiden bermula pada menit ke-90+3 ketika Hincapie terlibat adu argumen dengan Gimenez. Ketegangan meningkat hingga kedua pemain saling beradu kepala sebelum wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, datang untuk melerai.

Awalnya, Vincic bersiap melanjutkan pertandingan. Namun, Gimenez bersama sejumlah pemain Meksiko langsung memprotes karena Hincapie dinilai menutupi mulutnya saat melontarkan ucapan kepada lawannya.

Protes tersebut membuat wasit mendapat rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau ulang insiden melalui monitor di tepi lapangan.

Dari tayangan ulang, terlihat Hincapie memang menutup mulutnya ketika berbicara tepat di depan wajah Gimenez.

Baca juga: 7 Negara Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Meksiko Berpotensi Hadapi Inggris

Berdasarkan regulasi baru yang diterapkan FIFA, tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran sehingga Vincic langsung mengeluarkan kartu merah.

Hincapie sempat memohon agar tidak dihukum. Namun setelah keputusan dibuat, bek berusia 24 tahun itu meninggalkan lapangan sambil tertawa tak percaya dan memberikan tepuk tangan bernada sinis kepada wasit.

Pemain Arsenal itu juga terlihat menolak berjabat tangan dengan para pemain lawan saat keluar lapangan.

Hincapie Menyusul Almiron

Pengusiran Hincapie terjadi kurang dari dua pekan setelah pemain Paraguay, Miguel Almiron, menjadi pesepak bola pertama yang menerima kartu merah akibat aturan tersebut.

Mantan gelandang Newcastle United itu diusir ketika Paraguay menghadapi Turki pada fase grup setelah menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan bek Mert Muldur pada masa injury time babak pertama.

Almiron kemudian menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan sebelum kembali memperkuat Paraguay pada babak 32 besar.

Regulasi larangan menutupi mulut saat berbicara dengan lawan resmi diberlakukan untuk Piala Dunia 2026 setelah disahkan oleh International Football Association Board (IFAB) pada April 2026.

Aturan tersebut lahir sebagai bagian dari serangkaian perubahan yang bertujuan meningkatkan transparansi di lapangan, mempercepat jalannya pertandingan, sekaligus menekan tindakan provokatif maupun praktik mengulur waktu.

Dalam regulasi itu disebutkan bahwa pemain yang sengaja menutupi mulut ketika berbicara kepada lawan dapat dianggap berupaya menyembunyikan ucapan yang bersifat provokatif, menghina, atau diskriminatif.

Dalam situasi tertentu, tindakan tersebut dapat berujung pada sanksi disiplin hingga kartu merah.

Penerapan aturan ini berawal dari insiden di Liga Champions beberapa bulan sebelum Piala Dunia, ketika pemain Benfica, Gianluca Prestianni, berbicara kepada Vinicius Junior sambil menutupi mulutnya menggunakan jersey.

Kasus tersebut kemudian berujung pada hukuman larangan bermain enam pertandingan dari UEFA karena ucapan Prestianni dinilai mengandung unsur homofobik.

Kini, setelah dua kartu merah dijatuhkan kepada Almiron dan Hincapie, aturan anyar FIFA tersebut mulai menunjukkan dampak nyata di panggung Piala Dunia 2026.

Para pemain pun dituntut lebih berhati-hati dalam setiap konfrontasi di lapangan agar tidak bernasib serupa.

Selain larangan menutupi mulut saat berdebat, ada enam aturan baru lainnya yang harus diketahui seperti yang dilaporkan Sportbible.

Berikut 6 aturan baru di Piala Dunia 2026:

  1. Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik. Jika terlambat, pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum masuk.
  2. Wasit menerapkan hitungan mundur lima detik untuk pelaksanaan lemparan ke dalam dan tendangan gawang.
  3. Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan wajib menunggu 60 detik di luar lapangan sebelum kembali bermain.
  4. VAR dapat membatalkan kartu kuning kedua dan keputusan tendangan sudut yang diberikan secara keliru.
  5. VAR dapat mengintervensi pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.
  6. Pemain yang menutupi mulut saat berkonfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi disiplin hingga kartu merah.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.