Jam Jadwal Pemadaman Listrik di Palangka Raya Terupdate Malam ini 1 Juli 2026, Kabar PLN cek
Nia Kurniawan July 01, 2026 06:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM - Apakah listrik di rumah Anda tiba-tiba padam sore ini? Simak jadwal dan daftar wilayah terdampak pemadaman listrik di Palangka Raya Barat untuk hari Rabu, 1 Juli 2026. 

PT PLN (Persero) ULP Palangka Raya Barat terpaksa melakukan pengaturan operasi kelistrikan darurat demi menjaga stabilitas sistem pasokan daya. 

Baca juga: Update Harga BBM Kalimantan Tengah Hari Ini: Pertamax Tetap, Tiga Jenis BBM Nonsubsidi Turun

Dari info PLN ULP Palangka Raya Barat, berikut selengkapnya:

Agar aktivitas malam Anda tidak terganggu, pastikan untuk memeriksa apakah jalan rumah Anda—seperti Jl. Bapuyu, Jl. Kenari, atau Jl. Piranha—masuk dalam zona pemeliharaan PLN berikut ini.

Sehubungan dengan adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem, PLN akan melakukan pengaturan operasi kelistrikan guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan.

Oleh karena itu, pasokan listrik kepada sebagian pelanggan akan dihentikan sementara secara terbatas pada:
 
Hari/Tanggal : Rabu, 01 Juli 2026

Waktu : 16.00 s.d. 20.00 WIB
 
Wilayah : Jl. Rajawali, Jl. Bapuyu, Jl. Piranha, Jl. Nila Putih, Jl. Kalui, Jl. Cumi-cumi, Jl. Lumba-lumba, Jl. Bakut, Jl. Sapan, Jl. Badak, jL. Kencana, Jl. Biawan, Jl. Patin, Jl. Manjuhan, Sebagian Jl. Tingang, Jl. Jalak, Jl. Kenari, Jl. Beliang, dan sekitarnya

PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan.

Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan.

Pemadaman listrik yang masih berulang di Kota Palangka Raya mendapat sorotan dari Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. 

Pemadaman tersebut terjadi ketika Wali Kota menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Usai rapat, Fairid pun mendesak PT PLN memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman yang masih terjadi di Kota Palangka Raya.

Menurut Fairid, keluhan terkait pemadaman listrik terus disampaikan masyarakat kepada pemerintah kota. Namun, pihaknya tidak dapat memberikan jawaban secara pasti karena persoalan tersebut merupakan kewenangan PLN.

"Saya juga banyak ditanya dan dikeluhkan oleh masyarakat. Kita tidak bisa menjawab secara pasti. Karena itu kami berharap pihak PLN bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Kota Palangka Raya, supaya ada informasi yang cukup jelas kepada masyarakat," ujarnya.

Ia berharap PLN tidak hanya menjelaskan penyebab gangguan listrik, tetapi juga menyampaikan dampak yang ditimbulkan serta perkiraan waktu hingga pasokan listrik kembali normal.

"Kiranya dijelaskan saja penyebabnya apa dan kemungkinan sampai kapan kondisi ini akan berlangsung," katanya.

Selain dikeluhkan masyarakat dan pelaku usaha, Fairid mengatakan gangguan kelistrikan juga mulai berdampak terhadap fasilitas milik Pemerintah Kota Palangka Raya, salah satunya penerangan jalan umum (PJU).

Menurutnya, tegangan listrik yang naik turun menyebabkan sejumlah PJU mengalami gangguan. Ada yang padam, ada yang pengaturan timernya kembali ke awal atau ter-reset, bahkan sebagian mengalami kerusakan.

"Karena naik turunnya voltase atau tegangan listrik, banyak PJU kami yang kadang-kadang mati atau mengalami gangguan. Ada beberapa yang memang rusak, ada juga yang ter-reset. Pengaturan timernya kembali ke awal, ada yang mati, ada juga yang mengalami gangguan," jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah kota akan terus melakukan pembenahan terhadap jaringan penerangan jalan. Namun, Fairid kembali meminta agar PLN memberikan penjelasan resmi sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan spekulasi.

"Kami juga akan berupaya melakukan perapian kabel listrik. Tapi kami berharap PLN juga bisa menjelaskan supaya informasinya tidak simpang siur dan ada kejelasan untuk masyarakat," ucapnya.

Fairid juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi tegangan listrik masih belum stabil. Menurutnya, fluktuasi tegangan berpotensi memicu kerusakan peralatan elektronik hingga korsleting apabila instalasi listrik di rumah tidak memadai.

Ia meminta masyarakat yang menggunakan genset memastikan instalasi listrik aman. Sementara warga yang hendak meninggalkan rumah diimbau mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan memastikan kondisi rumah tetap aman.

"Naik turun voltase itu tentu membahayakan juga untuk rumah. Bagi yang menggunakan genset agar berhati-hati, karena apabila terjadi naik turun voltase bisa memicu korsleting apabila instalasi listriknya tidak baik. Kalau perlu sebelum keluar rumah, peralatan listrik dipadamkan dan rumah dititipkan kepada tetangga. Karena tegangan listrik di Kota Palangka Raya masih sering naik turun, sehingga potensi terjadinya korsleting juga cukup tinggi," ujarnya. (Tribunkalteng.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.