Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Berdasarkan data inflasi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Maluku Tengah alami inflasi bulan ke bulan (month to month) 1,82 persen pada Juni 2025.
Inflasi pada Juni 2026 terhadap Mei 2026 di Kabupaten Maluku Tengah itu tercatat lebih tinggi dibanding Kota Ambon 1,28 persen dan Kota Tual 1,51 persen.
Inflasi di Maluku Tengah pada bulan Juni 2026 terbilang lebih tinggi dibanding Mei 2026 yakni 1,34 persen.
Sementara berdasarkan inflasi tahun ke tahun (year on year) Maluku Tengah berada pada angka 3,80 persen.
Penyumbang utama inflasi bulan Juni 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,32 persen.
Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain, bensin, cabai rawit, ikan tongkol, ikan layang, bawang merah, cabai merah, ikan selar, ikan cakalang, bawang putih, tarif rumah sakit, tahu mentah, lemari pakaian, labu siam, pisang, daun singkong, pelumas/ oli mesin, kayu balokan, seng, semen, telepon seluler, ikan tuna, sepatu pria, wortel, dan ketela pohon.
BPS Maluku Tengah mengumumkan rilis inflasi Juni 2025 pada Rabu, (1/7/2026), dengan mengundang sejumlah pemangku kepentingan dari lingkup Pemda Maluku Tengah.
Yang berkesempatan hadir ialah perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah, perwakilan Dinas PUPR Maluku Tengah, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Maluku Tengah, perwakilan Dinas Perikanan Maluku Tengah dan perwakilan Baplitbangda Maluku Tengah.
Baca juga: Soplanit Bantah Pengacara Tan Kho Hang Hoat, Sebut SP3 Polda Maluku Tak Sentuh Pasal 266 KUHP
Baca juga: Durian Jual Murah di Ambon, Mulai dari Rp. 5 ribu Sampai Rp. 20, Pedagang: Pasokan Meningkat
Kepala BPS Maluku Tengah, Richard Thenu mengatakan, sebanyak 248 komoditas masuk dalam komoditas yang disurvei.
Dari pertemuan tersebut, diharapkan para pemangku kepentingan dapat membijaki inflasi di Kabupaten Maluku Tengah dengan kebijakan yang membawa dampak positif untuk masyarakat.
"Dengan mempertemukan pemangku kebijakan kami mengharapkan ada kebijakan konkrit yang diambil guna membijaki tren inflasi saat ini," tukas Kepala BPS Maluku Tengah, Richard Thenu.(*)