Aksi BEM UI Bawa Keranda Mayat Saat Perayaan HUT Bhayangkara, Langsung Diadang Polisi
Ardhi Sanjaya July 01, 2026 07:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Rabu (1/7/2026), diwarnai suasana kontras. Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi protes bertajuk #MatinyaReformasiPolri tepat di depan markas kepolisian tersebut.

Pantauan di lokasi, sekira 30 mahasiswa datang membawa simbol duka yang mencolok.

Mereka mengusung keranda mayat berlapis kain hijau yang bertuliskan "Kepolisian Republik Indonesia".

Selain itu, massa juga membawa karangan bunga bernuansa hitam-kuning bertuliskan "Turut Berduka Cita Atas Matinya REFORMASI POLRI".

Aksi tersebut tidak berjalan mulus hingga ke gerbang utama Mabes Polri di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, bersama personel kepolisian langsung menghadang massa saat masih berada di trotoar depan Halte Transjakarta ASEAN, sekitar 400-500 meter dari gedung utama Mabes Polri.

"Mutar ke sana, enggak boleh lewat sini. Ini diskresi kepolisian," tegas Nugrahadi di tengah kerumunan.

Massa mahasiswa merespons penghadangan tersebut dengan protes keras.

Ketegangan sempat mewarnai momen adu argumen antara aparat dan mahasiswa.

Meski jumlah massa tidak terlalu besar, aksi ini menarik perhatian pengguna jalan di sekitar Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru.

Hingga Rabu siang, mahasiswa masih tampak tertahan di depan area Mabes Polri dengan penjagaan ketat dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru.

Aksi simbolik ini menjadi kritik tajam mahasiswa terhadap institusi kepolisian tepat di hari jadinya ke-80. 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait tuntutan substansial yang dibawa mahasiswa dalam aksi tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.