TRIBUNBENGKULU.COM - Ternyata Taufik Hidayat sempat bersikeras ingin bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelum ditangkap.
Diketahui, Taufik Hidayat melakukan penyekapan terhadap Yuvita selama 3 tahun dan melakukan penganiayaan brutal.
Kondisi Yuvita sangatlah memprihatinkan, bibirnya robek, matanya buta permanen, sekujur tubuh dipenuhi dengan bekas luka hingga kepalanya dipenuhi dengan belatung.
Saat kelakukan bengis Taufik ketahuan oleh keluarga korban, dirinya pun langsung melarikan diri.
Dirinya bahkan sempat menghebohkan publik, sebab meski status buron Taufik masih sibuk bermain media sosial.
Postingan-postingan akun TikTok Taufik bahkan langsung panen hujatan.
Ternyata saat berstatus buron, Taufik diketahui terus menghubungi mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail.
Menurut Dadang, pelaku beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
Bahkan, Dadang mengaku sempat mengirimkan pesan melalui direct message (DM) Instagram kepada Dedi untuk menyampaikan keinginan Taufik tersebut.
Keberadaan Taufik yang berupaya menemui sang gubernur juga diperkuat oleh rekaman kamera pengawas (CCTV) saat dirinya datang ke Gedung Pakuan.
Fakta baru ini mengungkap sisi lain dari pelarian Taufik setelah melakukan aksi keji terhadap Yuvita Tri Rezeki (29).
Meski demikian, upaya tersebut tidak menghalangi proses hukum yang kini harus dihadapi pelaku.
"Yang pertama dikasih tau itu bapak bahwa ada Taufik, Taufik pengen ketemu sama bapak, sampai Taufik itu diamankan, bapak yang tau, cuman bapak gak baca," kata Dadang.
Upaya Taufik terbukti dari rekaman CCTV saat datang ke Gedung Pakuan.
Dia datang menggunakan motor Yamaha Nmax hitam pukul 04.00 WIB, Selasa (23/6/2026).
"Saya jaga di gerbang utama," kata penjaga.
Ketika datang, Taufik langsung memanggil dirinya.
"Dia manggil. Saya gak langsung mendekati karena takut juga, dia pakai NMAX hitam, helm dan masker," katanya.
Penjaga keamanan mengaku tidak mengenali wajah Taufik karena tertutup masker dan helm.
Selain itu Taufik juga tidak memperkenalkan diri.
"Makanya gak hafal. Dia di luar, saya di dalam," katanya.
Alasan Taufik Hidayat Ingin Bertemu Deddy Mulyadi
Ketika berbincang, Taufik hanya mengutarakan tujuannya bertemu KDM.
"Pengen ketemu bapak, bilangnya ke saya teh lagi banyak masalah jadi mau dipenjara, gak tahu permasalahannya apa. Sama saya disarankan ke Bale Panangguhan Gedung Sate," katanya.
Kata dia, Taufik Hidayat berniat bertemu Dedi Mulyadi secara langsung.
"Mau ketemu pak Dedi secara langsung karena ini pribadi," katanya.
Dadang Ahyar Ismail mengatakan dengan adanya bukti CCTV dan kesaksian penjaga, berarti Taufik tidak bohong padanya.
"Berarti taufik gak bohong ke saya," katanya.
Dadang mengatakan niatan Taufik bertemu KDM sudah diutarakan sejak lama, jauh sebelum dia ditangkap.
"Ditelepon, bahkan dari jauh-jauh hari pengen ketemu pak KDM, tapi gimana caranya," katanya.
Yuvita menuturkan dirinya tak hanya mengalami penyekapan dan penyiksaan, Yuvita juga mengaku menjadi korban kekerasan seksual selama berada di bawah kendali pelaku.
Dalam pengakuannya, Yuvita menyebut dirinya beberapa kali berusaha melarikan diri dari penyekapan yang dialaminya.
Namun setiap upaya untuk kabur justru berakhir dengan tindakan penyiksaan yang lebih berat dari pelaku.
Penderitaan yang dialami perempuan berusia 29 tahun itu tidak berhenti pada kekerasan fisik semata.
Sejumlah harta miliknya juga disebut telah dikuasai oleh Taufik selama hubungan tersebut berlangsung.
Mulai dari kendaraan pribadi, gaji yang diterimanya, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan disebut ikut diambil alih oleh pelaku.
Yuvita menuturkan, pada awal perkenalan Taufik tidak menunjukkan perilaku yang mencurigakan ataupun kasar.
Sikap pelaku saat itu bahkan terlihat biasa dan tidak menimbulkan kecurigaan dari dirinya.
Namun keadaan mulai berubah setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu.
Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan mulai terjadi sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah mereka bersama.
"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (29/6/2026).
Penglihatan Yuvita menjadi salah satu bagian yang pertama kali menjadi sasaran kekerasan pelaku.
Diduga, kondisi tersebut sengaja diciptakan agar korban semakin sulit melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.
"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.
Karena ketakutan, Yuvita pun mengaku tak berani melawan. Bahkan jika ia bersuara sedikit saja saat disiksa, penyiksaan akan lebih parah.
"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.
Menurut dia, sang kekasih bekerja sebagai debt collector.
"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.
Berawal dari mata, luka yang dialami Yuvita pun kini hampir seluruh badan,
"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.
Selama disekap hampir tiga tahun, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali.
"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.
Bahkan untuk buang air besar pun, kata dia, ia sehari-harus harus memakai pampers yang dibelikan oleh pelaku.
Yuvita pun akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh penjaga kos karena kondisi kepalanya yang semakin parah dan terus mengeluarkan cairan.
"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.
Saat masih bekerja, kata Yuvita, sang kekasih sering memarahi atasannya.
"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.
Kini semua harta benda milik Yuvita sudah habis dikuasai oleh pelaku.
"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.
Terkait kekerasan seksual yang dialami korban, hal itu diungkap oleh kakak iparnya, Melanie.
Saat itu Denny Sumargo menanyakan soal dugaan kekerasan seksual.
"Jelas itu, sudah pasti tidak mungkin tidak (kekerasan seksual)," ungkap Melanir.
Bahkan menurut pengakuan Yuvita, dirinya kerap disiksa jika menolak ajakan pelaku untuk berhubungan suami istri.
"Saya gak berani menanyakan, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya. Dia bilang 'iya, kalau saya nggak mau disiksa'," tutur Melanie.
Di balik trauma dan luka yang masih harus dipulihkan, YTR ternyata tetap memiliki harapan untuk melanjutkan hidup. Menurut Syahrul, kakaknya sempat mengungkapkan keinginan sederhana yang ingin diwujudkan setelah kondisinya membaik.
Ia ingin membuka usaha kecil sebagai jalan untuk menata kembali kehidupannya. Keinginan tersebut muncul karena YTR menyadari bahwa kondisi yang dialaminya kemungkinan tidak lagi memungkinkan dirinya bekerja seperti sebelumnya.
"Dia bilang nanti kalau ada rezeki pengen membuka warung sembako, pengen dagang," katanya.
Harapan untuk berdagang dan memiliki usaha sendiri menjadi simbol semangat YTR untuk bangkit dari masa-masa sulit yang telah menghancurkan sebagian hidupnya.