Warga Perumnas Winong Datangi PDAM Pati, Ultimatum Tempuh Jalur Hukum setelah Tiga Pekan Air Mati
rika irawati July 01, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI – Warga Perumnas Winong, Kecamatan/Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggeruduk kantor PDAM Tirta Bening Pati, Rabu (1/7/2026).

Mereka mengeluhkan aliran air bersih yang macet selama tiga pekan terakhir.

Didampingi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mereka menuntut aliran air bersih kembali lancar.

Nimerodi Gulo, warga Perumnas Winong mengungkapkan, bahwa kedatangan mereka merupakan puncak dari luapan kekecewaan warga. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan terpaksa mengambil air dari masjid terdekat.

"Ya, kami ngangsu dari masjid. Mandi di masjid, terus airnya kami gotong-gotong untuk bawa ke rumah," ujar Gulo seusai audiensi.

Baca juga: Wali Santri Ponpes Ndholo Kusumo Geruduk Kemenag Pati, Desak Ponpes Boleh Buka Lagi

Pria yang juga pengacara ini menambahkan, kendala ini sebenarnya sudah berlangsung bertahun-tahun, namun kondisinya kian memburuk dalam satu bulan terakhir. 

Warga merasa diperlakukan tidak adil karena kewajiban membayar tagihan selalu tepat waktu, sementara hak mereka mendapatkan air bersih kerap terabaikan. 

Ia mengkritik sistem denda sepihak yang diterapkan saat warga terlambat membayar tagihan.

"Kok enak banget, di saat kami telat bayar kalian denda, tapi di saat kalian tidak mengalirkan air kalian diam saja."

"Nah, saya pikir ini menjadi budaya yang buruk dan kita harus ubah itu," kata Gulo.

Gulo pun mengaku telah melayangkan somasi sebanyak dua kali ke PDAM Pati. 

Apabila dalam waktu tiga hari ke depan tidak ada solusi nyata dari manajemen PDAM, warga mengancam akan membawa persoalan ini ke jalur hukum menggunakan instrumen Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Janjikan Lancar dalam 3 Hari

Menanggapi keluhan tersebut, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bening Pati, Pariman mengatakan, macetnya air di wilayah Perumnas Winong terjadi karena kendala teknis berupa jaringan pipa yang tersumbat di wilayah tersebut. 

Dia berjanji menyelesaikan masalah ini secepat mungkin dan menargetkan pasokan air kembali lancar dalam waktu tiga hari ke depan.

Baca juga: Muncul dari Dalam Rantis, Bupati Pati Nonaktif Sudewo Tenangkan Massa di Pengadilan Tipikor Semarang

Pariman menjelaskan, tim teknis di lapangan sudah berhasil mengidentifikasi lokasi penyumbatan pipa. 

Namun, ia mengakui, proses normalisasi sempat terhambat karena adanya gangguan eksternal. 

Menurut penjelasannya, pemulihan aliran air sebelumnya sempat diperparah adanya pemadaman aliran listrik sehingga sistem pompa memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan normalisasi penuh.

"Ini kami sudah upayakan dan ini tadi informasi dari tim yang di lapangan sudah menemukan titik yang jaringannya tersumbat."

"Jadi, mungkin nanti sore insyaallah bisa teratasi," kata Pariman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.