Khofifah Indar Parawansa Dorong Hilirisasi Ekonomi di ALLPack Surabaya 2026
Cak Sur July 01, 2026 09:05 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, resmi membuka pameran ALLPack Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya pada Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mendorong seluruh sektor ekonomi di Jawa Timur untuk memperkuat hilirisasi melalui peningkatan teknologi pengolahan dan pengemasan.

Pameran berskala internasional yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions ini berlangsung mulai 1 hingga 4 Juli 2026.

Fokus utama pameran ini adalah menampilkan teknologi pengolahan, pengemasan, serta automasi khusus untuk sektor pangan, minuman, farmasi dan kosmetik.

Baca juga: Krista Exhibitions Resmi Membuka ALLPACK Surabaya 2026 dan East Beauty Pack

PEMBUKAAN PAMERAN – Sejumlah pejabat, perwakilan kementerian, asosiasi industri, dan penyelenggara berfoto bersama usai pembukaan ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (1/7/2026). Pameran yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut menghadirkan lebih dari 120 peserta untuk menampilkan inovasi di bidang pengemasan, percetakan, pengolahan, manufaktur, serta industri kecantikan.
PEMBUKAAN PAMERAN – Sejumlah pejabat, perwakilan kementerian, asosiasi industri, dan penyelenggara berfoto bersama usai pembukaan ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (1/7/2026). Pameran yang berlangsung hingga 4 Juli 2026 tersebut menghadirkan lebih dari 120 peserta untuk menampilkan inovasi di bidang pengemasan, percetakan, pengolahan, manufaktur, serta industri kecantikan. (istimewa)

Strategi 'Petik, Olah, Kemas, Jual' Milik Khofifah

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa hilirisasi melalui inovasi, sinergi, dan kolaborasi akan memberikan efek domino positif bagi perekonomian Jawa Timur.

Upaya tersebut sangat krusial dalam meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

"Ketika manufaktur diperkuat, maka akan ada hilirisasi. Dan kalau cerita hilirisasi, seluruh warga membutuhkan proses percepatan itu. Dari dulu saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Ini sudah saya inisiasi sejak tahun 1992 saat di DPR RI," ujar Khofifah.

Menurut mantan Menteri Sosial tersebut, petani agro, hortikultura, hingga nelayan di Jawa Timur membutuhkan intervensi teknologi pasca-panen.

Tanpa adanya proses pengolahan dan pengemasan yang baik, produk pertanian dan perikanan akan lebih cepat membusuk sehingga menurunkan pendapatan produsen lokal.

"Jika proses petik, olah, kemas, dan jual ini diperkuat sesuai standar ekspor, mulai dari kualitas bahan baku hingga kemasan, maka dampaknya akan luar biasa bagi penguatan Industri Kecil Menengah (IKM)," lanjutnya.

Kolaborasi Global dan Rebranding ALLPack

Pameran ini sebelumnya dikenal dengan nama East Pack, sebelum bertransformasi menjadi ALLPack Surabaya. 

Rebranding ini menandai skala pameran yang semakin luas sebagai kiblat teknologi pengemasan di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, menyatakan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Data Kepesertaan ALLPack Surabaya Expo 2026:

  • Durasi Acara: 4 hari (1-4 Juli 2026)
  • Jumlah Eksibitor: Sekitar 120 peserta
  • Asal Negara: Berasal dari 10 negara global
  • Partisipasi Lokal: Menghadirkan 10 IKM unggulan dari Jawa Timur dan Pulau Jawa

Melalui pameran berskala global ini, Khofifah optimistis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat memperoleh akses konsultasi desain dan teknologi kemasan secara langsung.

"Insya Allah, rencana aksi (plan of action) nyata akan lahir setelah expo ini. Ini sangat inspiratif dan diharapkan dapat diikuti pelaku usaha besar maupun menengah termasuk IKM agar meraih keberkahan ekonomi bersama," tutup Khofifah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.