SURYA.CO.ID, SURABAYA – Aktris muda berbakat asal Kota Pahlawan, Karina Aliya Afandi, blak-blakan mengaku sempat dirundung rasa minder saat harus bersaing ketat merebutkan peran dalam audisi film layar lebar terbaru garapan sutradara kondang Bayu Skak yang bertajuk FoUfo.
Proses seleksi ketat itu menjadi ujian mental yang luar biasa berat baginya karena mayoritas kompetitor lain merupakan penutur asli kebudayaan Madura.
Alhasil, dara jelita itu dipaksa memeras keringat demi menguasai dialek lokal yang menjadi roh utama dari skenario film komedi fiksi ilmiah itu.
Baca juga: Film Komedi Foufo, Bayu Skak Libatkan Talenta Lokal Asal Jawa Timur
Membintangi film dengan tema kedaerahan adalah keinginan Karina sejak beberapa tahun terakhir.
“Setelah membintangi serial Lara Ati, Karina diberi kesempatan lagi oleh salah satu sutradara terbaik Indonesia, Kak Bayu Skak, untuk bermain di film FoUfo,” ujar Karina kepada SURYA.CO.ID, Rabu (1/7/2026).
“Pemahaman karakter sangat penting, apalagi film ini menggunakan bahasa Madura. Kebanyakan peserta casting juga orang Madura, jadi saya benar-benar harus memahami karakter yang saya mainkan,” ungkapnya.
“Pasti ada rasa minder. Cara saya mengatasinya adalah dengan banyak belajar, mengulang-ulang naskah, serta memperhatikan mimik dan ekspresi agar tepat di setiap adegan,” tuturnya.
“Ada beberapa pemain yang sudah Karina kenal sebelumnya, jadi rasanya seperti berada di dalam keluarga sendiri,” ujarnya.
“Jujur saya banyak belajar dari mereka. Di film layar lebar, kita harus bermain dengan sempurna, mengulang dialog dengan baik, dan benar-benar menjiwai karakter. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan,” katanya.
Baca juga: Putri Anak Indonesia Budaya 2022 Ajak Anak-anak Lestarikan Budaya di Museum Gubug Wayang Mojokerto
“Saat banyak film layar lebar Indonesia bertema horor, FoUfo hadir sebagai drama keluarga dengan sentuhan sci-fi, komedi, dan budaya lokal. Menurut saya, itu yang membuat film ini berbeda,” ujarnya.
“Saya ingin mencoba banyak hal. Kalau memang karier saya berkembang di dunia akting, tentu saya akan melanjutkannya,” katanya.
“Jangan takut dan minder. Keluarkan setiap potensi yang ada karena saya percaya setiap orang diberi potensi oleh Tuhan. Percaya diri karena kita tidak akan pernah tahu hasilnya kalau tidak mencoba. Dan jangan lupa berdoa agar Tuhan memberi kesempatan,” pesannya.
“Keluarga selalu mendukung saya dalam hal-hal positif sehingga di usia muda saya sudah memiliki banyak pengalaman. Saya juga berterima kasih kepada Kak Bayu Skak yang memberi kesempatan dan kepercayaan untuk masuk ke dunia perfilman,” pungkasnya.
FoUfo menjadi debut Karina di film layar lebar yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.