TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) mengumumkan jadwal pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya pada hari ini, Rabu (1/7/2026). Pemadaman bergilir ini terpaksa dilakukan akibat adanya gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak pada pasokan daya sistem.
Demi menjaga stabilitas kelistrikan, PLN melakukan pengaturan operasi kelistrikan berkala. Bagi warga yang terdampak, berikut adalah daftar wilayah dan jadwal pemadaman listrik hari ini:
Baca juga: Apa Samkaryanugraha Nugraha Sakanti? Diraih Polda Kalteng Dari Presiden di HUT ke-80 Bhayangkara
1. Pukul 16.00 s.d 20.00 WIB
Wilayah Terdampak:
Jl. Beliang & Jl. Sangga Buana
Jl. Bukit Raya (Sebagian)
Jl. Batu Suli, Jl. Lawu, Jl. Argopuro, Jl. Semeru, Jl. Krakatau, & Jl. Sowarno
Jl. Yos Sudarso (Sebagian)
Jl. Lambung Mangkurat, Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Pattimura, Jl. Teuku Umar, Jl. Cut Nyak Dien, Jl. Cik Di Tiro
Jl. Raden Patah, Jl. Sam Ratulangi, Jl. Kyai Maja, Jl. Untung Suropati
Jl. Mangku Rambang & Jl. Sisingamangaraja
Jl. G. Obos (Sebagian) & Jl. C. Bangas (Sebagian)
Jl. Raden Saleh (Sebagian) & Jl. Samudin Aman
Jl. Temanggung Tilung (Sebagian) dan sekitarnya.
2. Pukul 18.00 s.d 22.00 WIB
Wilayah Terdampak:
Area Industri: PT. CSI & PT. DWK
Pahandut Seberang
Jl. Pantai Cemara Labat
Jl. Lintas Palangkaraya–Kuala Kurun
Desa Tumbang Rungan
Desa Tanjung Sanggalang dan sekitarnya.
Tips untuk Warga: Matikan alat elektronik sensitif saat pemadaman berlangsung guna menghindari kerusakan ketika daya listrik kembali normal. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi penormalan gangguan di lapangan.
Kerugian Dalam Usaha
Dampak pemadaman terlihat di Kafe Nat 2 Space, Jalan Hendrik Timang, Palangka Raya, Senin (29/6/2026).
Saat aliran listrik terputus, area kafe menjadi gelap. Sejumlah pelanggan yang sedang nongkrong tetap bertahan di tempat duduk masing-masing meski pencahayaan minim.
Area kasir yang biasanya terang untuk melayani transaksi juga tampak gelap sehingga pelayanan kepada pelanggan berlangsung terbatas.
Head Bar Kafe Nat 2 Space, Fernando, mengatakan operasional coffee shop sangat bergantung pada ketersediaan listrik, mulai dari peralatan produksi hingga aktivitas pelayanan di lokasi.
“Sangat berdampak signifikan, karena operasional coffee shop ini hampir sebagian besar bergantung pada pasokan listrik, utamanya kafe di tempat kami. Pemadaman bergilir yang berkepanjangan seperti ini membuat operasional kami tidak berjalan secara optimal,” ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Rabu (1/7/2026).
Menurut Fernando, kondisi mati listrik membuat kenyamanan pelanggan ikut terganggu karena suasana kafe menjadi lebih redup dan pelayanan tidak dapat berjalan seperti biasa.
Fernando mengungkapkan dampak pemadaman juga mulai terasa dari sisi ekonomi usaha.
“Di sisi ekonomi, jujur kami mengalami sedikit penurunan omzet sedangkan kita harus memikirkan pajak dan kebutuhan operasional lainnya. Kalau situasi seperti ini tentu merugikan kami, dan pastinya pelaku usaha lainnya di bidang FNB,” ucapnya.
Selain omzet, pemadaman juga berpotensi menimbulkan risiko terhadap peralatan elektronik dan bahan pendukung operasional.
Fernando menyebut mesin elektronik dapat terdampak apabila pemadaman terjadi berulang, sementara bahan pendukung seperti es batu lebih cepat mencair saat listrik padam dalam waktu lama.
“Berpotensi, dan es batu pun bisa bikin mencair cepat. Untuk bahan baku untungnya masih aman,” tambahnya. (Tribunkalteng.com)