Waktu Terbaik Tunaikan Salat Tahajud Kamis 2 Juli 2026 Telah Tiba, Simak Doa Lengkap yang Dianjurkan
Indry Panigoro July 02, 2026 03:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Memasuki Kamis, 2 Juli 2026, waktu menunjukkan sekitar pukul 03.10 Wita.

Sepertiga malam terakhir telah berlangsung, yakni fase yang dikenal sebagai salah satu waktu paling utama untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Dari balik jendela newsroom di lantai dua, cahaya lampu yang membentang menuju kawasan Bandara Internasional Sam Ratulangi masih tampak menerangi jalan. Kesunyian malam hanya sesekali dipecahkan suara ketikan papan tombol komputer para jurnalis yang masih bekerja.

Pada waktu yang sama, sepertiga malam terakhir telah tiba, yakni waktu yang dikenal sebagai salah satu saat yang dianjurkan untuk menunaikan salat Tahajud dan memperbanyak doa kepada Allah SWT.

Salat Tahajud dilaksanakan setelah seseorang sempat tidur, walaupun hanya dalam waktu singkat. Karena dikerjakan pada penghujung malam, ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Di berbagai daerah Sulawesi Utara, mulai dari Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, kawasan Bolaang Mongondow Raya, hingga wilayah kepulauan seperti Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), banyak umat Muslim yang secara rutin menghidupkan malam dengan melaksanakan salat Tahajud sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa.

Secara umum, waktu salat Tahajud terbagi menjadi tiga bagian malam. Namun saat ini, umat Muslim telah memasuki sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang banyak disebut para ulama sebagai saat paling utama untuk melaksanakan salat Tahajud dan memperbanyak doa sebelum azan Subuh berkumandang

Pertama, sepertiga malam awal atau setelah salat Isya hingga pukul 22.00.

Kedua, sepertiga malam kedua atau pukul 22.00 hingga 01.00.

Yang terakhir, sepertiga malam akhir atau 01.00 hingga mendekati waktu subuh.

Niat Salat Tahajud

Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa. Allahu Akbar.

Artinya: Aku niat shalat sunat tahajjud dua raka'at karena Allah ta'ala. Allahu Akbar.

Tata cara

1. Niat salat;

2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah;

3. Membaca surat Al Fatihah;

4. Membaca surat dari Al-Qur'an;

5. Ruku’ dengan tuma’ninah;

6. I’tidal dengan tuma’ninah;

7. Sujud dengan tuma’ninah;

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah;

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua;

11. Membaca surat Al Fatihah;

12. Membaca surat dari Al-Qur'an;

13. Ruku’ dengan tuma’ninah;

14. I’tidal dengan tuma’ninah;

15. Sujud dengan tuma’ninah;

16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;

17. Sujud kedua dengan tuma’ninah;

18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah;

19. Salam;

20. Doa yang dianjutkan yaitu:

Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanatan, wa - fil aakhirati hasanatan, waqinaa adzaaban naar.

Artinya :

"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka".

Atau doa lain hadis Bukhari bahwa Rasulullah membaca doa:

" Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardli wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq."

" Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah."

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar."

"Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Keutamaan Salat Tahajud

Dikutip dari baznas.go.id, keutamaan salat Tahajud sangatlah luar biasa seperti berikut:

1. Salat Sunah Paling Utama

Tahajud yang juga disebut qiyamul lail atau salat lail merupakan salat sunah yang paling utama.
Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Salat yang paling afdhol setelah salat fardhu adalah salat malam” (HR. An Nasai)

2. Kunci Masuk Surga

Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda:

“Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan salatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

3. Kemuliaan dan Kewibawaan

Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat kelak, orang-orang yang ahli salat Tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia.

Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada salat malamnya” (HR Hakim; hasan)

4. Menenangkan Hati

Al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa.

Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan salat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” [Baca Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah oleh Ibnul Qayyim (hal. 278)]

SUMBER: TRIBUNNEWS

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.